Kenali 9 Tanda Anda Belum Siap untuk Pensiun

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Pensiun pasti harus dialami mereka yang sudah melewati masa bekerja atau saat usia sudah tidak lagi termasuk dalam syarat menjadi pegawai.

Bila berada pada kondisi ini, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana Anda dapat memanajemen anggaran dengan baik saat sudah pensiun.

Selain memanajamen anggaran, Anda pun perlu merencanakan investasi serta mempertimbangkan pengeluaran secara cermat khususnya bagi tabungan.

Pikirkan pula bagaimana tagihan-tagihan dilunasi. Itulah hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum waktu pensiun tiba.

Namun, masih banyak orang yang acuh tak acuh akan hal tersebut. Hingga akhirnya terkadang dia justru akan kewalahan apalagi saat sudah mendekati usia pensiun.

Melansir laman Investopedia, Sabtu (16/1/2021), berikut ini 9 tanda bahwa Anda mungkin belum siap menghadapi waktu untuk pensiun.

1. Terus berjuang membayar tagihan

Sudah jelas jika Anda hatus berjuang untuk melunasi tagihan dengan gaji dari pekerjaan. Namun, apakah saat sudah pensiun, Anda memiliki tagihan yang sudah terlunasi?

Hal itu belum tentu terjadi, karena masa pensiun tidak akan membuat segalanya lebih mudah dari biasanya – seperti saat bekerja.

Umumnya, mungkin membutuhkan sekitar 75 persen dari pendapatan prapensiun untuk menikmati masa pensiun dengan nyaman.

Tanpa pekerjaan, tentu Anda tidak lagi memiliki akses ke asuransi kesehatan yang telah disediakan perusahaan. Oleh karena itu, Anda bisa mendaftarkan diri ke asuransi kesehatan mandiri.

2. Memiliki utang yang besar

“Utang dalam jumlah besar akan sangat membebani tabungan Anda saat pensiun,” kata David Walters, perencana keuangan dan manajer portofolio di kantor Palisades Hudson Financial Group di Potland.

“Jika Anda bisa, kurangi bahkan hilangkan pembayaran kartu kredit atau pinjaman mobil. Tergantung pada situasi Anda, pelunasan atau perampingan dapat membantu jangka panjang,” ujarnya.

Membayar utang sebelum Anda pensiun mungkin akan menghabiskan waktu bekerja lebih lama dari yang diinginkan. Namun, kemungkinan besar tidak akan memberatkan di masa pensiun.

Menghilangkan tagihan juga berarti menghilangkan pembayaran bunga yang dapat mempengaruhi keuangan jangka panjang.

Meskipun demikian, tentu sulit bagi Anda menghadapi pilihan apakah uang tersebut akan digunakan untuk membayar tagihan atau menabung untuk pensiun.

Selain harus menabung untuk masa pensiun, Anda pun bisa melakukan investasi. Itu merupakan pilihan yang cerdas kecuali Anda memiliki rekam jejak investasi yang buruk.

3. Memiliki rencana dengan pengeluaran besar

“Anda tidak ingin menunggu sampai pensiun untuk menangani pengeluaran besar yang dapat diperkirakan bisa untuk mengganti keperluan rumah, membeli rumah peristirahatan, atau bahkan membeli mobil baru. Pengeluaran yang lebih besar itu dapat bertambah, terutama bila ditarik dari rekening,” ujar Pedro M. Silva, penasihat keuangan dan konselor perencanaan pensiun di Provo Financial Services di Shrewsbury.

“Kami mendorong klien untuk mampu mengatasi pengeluaran besar sebelum pensiun karena dampaknya bisa signifikan terhadap portofolio,” ujar dia.

4. Tidak mengetahui manfaat jaminan sosial

Ilustrasi Pensiun. Unsplash/ Huy Phan
Ilustrasi Pensiun. Unsplash/ Huy Phan

Meskipun Anda mungkin saja tidak mengandalkan jaminan sosial untuk memenuhi sebagian besar pengeluaran, tetapi tidak boleh mengabaikannya.

Sebetulnya, jika Anda sama seperti kebanyakan orang yang belum bisa memperkirakan seberapa besar keuntungan, Anda bisa memiliki jaminan sosial. Nantinya administrasi jaminan sosial akan membantu Anda untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Walters menambahkan, jika Anda belum mencapai usia pensiun untuk jaminan sosial, Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk memaksimalkan jaminan sosial.

5. Tidak memiliki rencana keuangan bulanan

“Setelah Anda pensiun, gaji tentu ikut berhenti, namun jika Anda masih memiliki tagihan tentu dia akan terus menghantui,” kata Walters.

Walters menyarankan, sebaiknya Anda perlu memetakan arus kas bulanan sebelum Anda pensiun.

Dengan merencanakan arus kas bulanan, berarti Anda mempertimbangkan kapan akan mulai memanfaatkan jaminan sosial dan berapa banyak yang akan terima, di samping berapa banyak yang akan Anda tarik dari rekening pensiun pribadi.

Dengan mengetahui beberapa pengeluaran Anda, kemungkinan besar berarti Anda mengetahui berapa banyak pendapatan yang Anda butuhkan.

Setelah Anda mengetahuinya, Anda bisa mempertimbangkan apakah Anda perlu tetap bekerja dan menabung atau menggunakan biaya pensiun yang diantisipasi.

6. Tidak ada rencana keuangan jangka panjang

“Anda harus memahami berapa lama tabungan Anda akan bertahan. Tidak ada yang tahu persis berapa lama mereka akan hidup, tetapi memperpanjang masa hidup dan semakin tingginya biaya perawatan jangka panjang mungkin akan membuat Anda harus bertahan lebih lama dari yang Anda kira,” ujar Walters.

Smith mengatakan, Anda memang perlu untuk mampu merencanakan masa pensiun setidaknya selama 30 tahun lebih.

Segalanya bergantung pada kesehatan dan risiko Anda. Sebaiknya Anda harus membuat rencana untuk persentase aset yang akan Anda belanjakan setiap tahun dan mungkin saja Anda mendapatkan bantuannya dari perencana profesional.

7. Tidak memperhitungkan inflasi

Ilustrasi Pensiun. Unsplash/ Nick Cooper
Ilustrasi Pensiun. Unsplash/ Nick Cooper

Inflasi akan memengaruhi pengeluaran Anda sehari-hari dan nilai tabungan. Smith mengatakan, tingkat inflasi sebesar 3 persen menunjukkan pengeluaran Anda yang akan berlipat ganda dalam waktu kurang dari 25 tahun.

Jika Anda mengabaikan inflasi, Anda bisa memiliki kesalahan perencanaan pensiun yang paling umum dan dapat memiliki implasi jangka panjang yang serius, jika tidak diperhitungkan dengan benar.

Dengan masa hidup rata-rata yang jauh lebih lama dari sebelumnya, tentu Anda perlu mengelola keuangan dengan hati-hati untuk mengimbangi atau melebihi inflasi.

Jika Anda berinvestasi, untuk mendapatkan hasil investasi yang melebihi inflasi Anda perlu melihat saham. Hindari menyimpan uang terlalu banyak, seperti di pasar dana.

Hal itu karena suku bunga mereka sangat rendah sehingga Anda kemungkinan akan kehilangan uang. Dalam jangka pendek, Anda mungkin tidak sadar dan memperhatikan. Namun dalam jangka panjangnya, Anda bisa kehabisan uang lebih cepat dari yang diharapkan.

8. Pensiun membuat Anda khawatir

“Bahkan jika portofolio Anda dalam keadaan baik, mungkin saja Anda belum siap untuk melepaskan pekerjaan Anda. Bekerja membutuhkan banyak energi. Beberapa orang mungkin cemas dan bukannya bersemangat. Mereka mempertimbangkannya selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun waktu yang tidak terstruktur ke depan,” ujar Walters.

Jika Anda merasakan seperti itu, pikirkanlah sejenak tentang mengejar usaha. Sebenarnya Anda masih bisa bekerja paruh waktu atau bahkan menjadi sukarelawan organisasi.

“Jika Anda baru saja pensiun tanpa rencana, mungkin saja Anda akan mengeluarkan uang lebih banyak untuk mengatasi rasa bosan dan menghabiskan tabungan lebih cepat dari yang Anda rencanakan,” kata Wilters.

Cheng merekomendasikan untuk melakukan observasi agar Anda mengetahui berapa banyak uang yang akan dibutuhkan dan di mana merasa nyaman untuk tinggal.

Mungkin tidak layak untuk tinggal di kota mahal saat Anda pensiun, melihat tabungan pensiun dan biaya hidup saat ini. Tetapi Anda dapat memanfaatkan hal itu untuk mendapatkan kejelasan mengenai sumber pendapatan pensiun serta dapat memahami bagaimana pengeluaran ke depannya.

9. Anda masih menyukai pekerjaan

Tidak ada yang mengatakan bahwa Anda harus pensiun saat sudah mencapai pemenuhan jaminan sosial. Ingatlah Warren Buffet, bahkan dia masih bekerja di usianya yang hampir kepala sembilan dan dia tidak berencana untuk pensiun.

Dia melakukan itu karena menyukai saham, bukan untuk menambahkan kekayaan bersihnya yang melimpah. Jika Anda lebih menyukai dan bersemangat untuk bangun dan bekerja di pagi hari, terus lakukanlah.

Bekerja memiliki manfaat di luar finansial. Pekerjaan yang melibatkan pikiran, interaksi sosial, memiliki pencapaian, akan membantu Anda untuk tetap sehat dan bahagia seiring bertambahnya usia. Selain itu, Anda pun bisa mengikuti kegaitan yang berkaitan dengan kesehatan untuk menjaga diri agar lebih baik.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati