Kenali Alopesia, Masalah Rambut Rontok yang Sebabkan Pitak di Kepala

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Rambut rontok umum dialami oleh manusia karena menjadi bagian dari siklus pertumbuhan rambut. Dalam beberapa kondisi, rambut rontok secara berlebihan akan menyebabkan pitak di kepala atau dalam istilah medis disebut Alopesia.

Dijelaskan oleh dr. Eyleny Meisyah Putri, SpKK, dermatologis ZAP, alopesia merupakan hilangnya folikel rambut, hilangnya batang rambut, atau bisa keduanya.

"Hilangnya folikel rambut ini dapat disebabkan karena dia tidak terbentuk atau pembentukannya tidak normal, atau folikelnya mengalami kerusakan," kata dr. Eyleny dalam ZAP Premiere Virtua Media Meet Up: Laser Treatment Solusi Ampuh Mengatasi Rambut Pitak, pada Senin 31 Agustus 2021.

Tidak hanya di kepala, alopesia juga dapat terjadi di ketiak, alis, bulu nata, atau area genital. Penyakit ini dapat memengaruhi psikososial seseorang karena dapat menghilangkan kepercayaan diri hingga depresi.

Mengenak alopesia

Ilustrasi wanita mengalami rambut rontok. (Shutterstock).
Ilustrasi wanita mengalami rambut rontok. (Shutterstock).

Perlu diketahui, alopesia tidak hanya terjadi dengan adanya penipisan rambut. Melainkan juga adanya garis rambut yang mudur hingga hilang secara menyeluruh.

Menurut dr. Eyleny, alopesia umum dialami oleh 50 persen pria di usia 50 tahun. Faktor lain yang menyebabkan alopesia bisa juga karena kebiasaan mencabut rambut, miniaturisasi, dan masih banyak lagi.

Batas rambut rontok yang normal berkisar 50-200 helai perhari. Lebih dari itu, perlu ditelusuri lebih lanjut apa yang menjadi penyebab kerontokan rambut yang semakin parah. Dengan demikian, dokter bisa memberikan perawatan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

Simak video berikut ini

#elevate women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel