Kenali Cedera Saat Olahraga dan Cara Penanganannya

Rochimawati
·Bacaan 3 menit

VIVA – Berolahraga merupakan aktivitas fisik yang berkaitan dengan pola hidup sehat. Dalam berolahraga, salah satu hal yang harus dihindari adalah timbulnya cedera. Hal ini dapat terjadi pada siapapun, baik tua maupun muda bahkan sekelas profesional sekalipun.

Dokter spesialis orthopedi dari Siloam Hospitals Bali, dr. Made Bhawana Wijaya mengatakan, beberapa cedera yang biasa dialami saat berolahraga antara lain cedera lutut, cedera bahu, cedera tulang kering, otot tertarik, hingga patah tulang.

"Ada beberapa faktor terjadinya cedera. Selain faktor individu, penyebabnya dapat pula melalui sarana berolahraga dan jenis olahraga yang dilakukan. Dan umumnya cedera meliput wilayah otot dan tulang," tutur dr. Made, melalui sesi pertama edukasi Kesehatan bertajuk "Cedera Bahu Saat Berolahraga" yang diselenggarakan Siloam Hospitals Bali, dikutip Senin 15 Februari 2021.

Selain faktor penyebab cedera, Made Bhawana menjelaskan tiga klasifikasi cedera yang didapat ketika melakukan kegiatan. Klarifikasi berdasarkan waktu, tingkat cedera dan berdasarkan jaringan yang terkena, yaitu jaringan lunak maupun jaringan keras.

Jenis dan penanganan cedera

Agar tidak terjadi cedera sebaiknya lakukan beberapa pencegahan sebelum berolahraga. Tips ini diingatkan dr. Ida Ayu Dewi, Sp OT(K) yang juga hadir sebagai narasumber pada webinar edukasi tersebut.

dr. Ida Ayu mengatakan, keseimbangan berolahraga disesuaikan dengan tubuh dan melakukan pemanasan serta ditutup melakukan gerak pendingin paska berolahraga.

"Yang paling baik adalah mengenali kemampuan tubuh sebelum berolahraga. Lalu melakukan pemanasan. Biasakan dengan streching sebelum memulai secara bertahap dengan melakukan variasi dalam melakukan latihan," ujar dia.

Penanganan dalam mengatasi cedera bisa dilakukan dengan metode RICE, yaitu;

Rest - Lakukan istirahat pada tubuh.
Ice Packs - Lakukan selama 15-20 menit
Compress - Lakukan pengompresan dengan plastik atau bahan yang elastis.
Elevate - Meninggikan pergelangan kaki di atas posisi jantung.

Selain metode tadi bisa juga dilakukan pemeriksaan tambahan seperti, X-ray, CT-scan, MRI dan treatment yang tepat.Dalam hal berolahraga banyak cedera terjadi pada bagian atas tubuh seperti halnya bahu. Hal ini disebabkan karena bahu merupakan sendi yang geraknya paling bebas, namun sendi bahu adalah yang tidak stabil dan rentan mengalami cedera.

Beberapa jenis cedera bahu akibat olahraga tersebut adalah cedera bahu ringan, yang dapat diatasi dengan melakukan peregangan dan memaksimalkan kerja bahu melalui fisioterapi.

Sedangkan cedera akibat peradangan otot dapat diatasi dengan beristirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, pemberian analgesik, serta terapi untuk membantu proses pemulihan bahu.

Jika cedera bahu dengan kondisi seperti robeknya otot, pasien memerlukan diagnosa dan penanganan lebih lanjut. Dan jika kondisi sudah sangat serius, maka perlu dilakukan tindakan pembedahan.

Berikut ini beberapa jenis cedera yang kerap terjadi saat melakukan kegiatan.

1. Benturan

Merupakan kerusakan yang terjadi pada jaringan lunak karena benturan langsung pada otot atau ligamen. Bila disertai dengaan perdarahan disebut memar.

2. Dislokasi

Merupakan pergeseran letak sendi dari tempat yang seharusnya disertai dengan kerusakan kapsul sendi dan ligamen yang mengelilinginya.

3. Strain

Merupakan kerusakan yang terjadi pada otot dan/atau tendon karena penggunaan atau peregangan yang berlebihan.

4. Patah tulang

Merupakan terputusnya kontinuitas tulang dan atau tulang rawan baik komplet maupun tidak komplit.

5. Kram otot

Merupakan kelainan pada otot akibat gangguan sirkulasi darah.

6. Sengatan panas

Merupakan kelelahan akibat sengatan panas. Bila tidak segera ditangani dapat menimbulkan gangguan pembuluh darah otak.