Kenali Ciri Modus Penipuan Lelang Atas Nama Kemenkeu

·Bacaan 1 menit
Calon pembeli melihat kendaraan sitaan dari tersangka tindak pidana korupsi PT Asabri di Kantor Pusat PT ASABRI (Persero), Cawang, Jakarta, Sabtu (12/6/2021). Kejaksaan Agung melelang 16 mobil kelas menengah hingga mewah hasil sitaan terkait kasus korupsi PT Asabri. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan meminta kepada masyarakat untuk waspada dengan penipuan yang menggunakan modus lelang. Alasannya saat ini banyak sekali yang modus penipuan mengatasnamakan kementerian keuangan.

Direktur Lelang DJKN Kemenkeu, Joko Prihanto mengatakan, penipuan dengan modus lelang biasanya dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab dengan menyebarkan selebaran yang mirip dengan pengumuman yang dibuat oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

"Ciri-ciri kalau lelangnya abal-abal itu biasanya gampang diidentifikasi. Contohnya kop surat tidak mengacu pada KPKNL tertentu," kata dia dalam bincang DJKN, Jumat (18/6/2021).

Kemudian ciri lainnya para pelaku biasanya menawarkan lelang dengan harga tidak wajar. Bahkan harga yang ditawarkan ini sangat jauh di bawah harga pasar. Selain itu, mereka menjanjikan kepada para korban bisa memenangkan lelang tersebut.

"Menawarkan dengan harga tidak wajar, artinya misalkan harga di pasar Rp 600 juta dilelang Rp 200 juta itukan enggak wajar. Kemudian menjanjikan menang lelang. Padahal lelang enggak diatur pemenangnya," ungkapnya.

Aplikasi Resmi

Untuk meminimalisir kejadian tidak diinginkan, masyarakat yang ingin melakukan lelang DJKN bisa secara online melalui situs lelang.go.id atau aplikasi Lelang Indonesia. Dengan menggunakan sistem IT, maka tidak ada campur tangan termasuk menentukan pemenang lelang.

"Sama sekali enggak bisa diatur, orang enggak bisa menjanjikan menang walaupun itu pejabat lelang sekalipun. Terakhir, pelaku akan sering telepon memberikan nomor rekening dan meminta untuk segera ditransfer," pungkas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel