Kenali Gejala COVID Varian Delta, Ini Ciri-Cirinya

·Bacaan 3 menit

VIVA – Virus corona varian Delta yang sudah menyebar di Indonesia lebih ganas dari varian biasa pada umumnya. Organisasi Kesehatan Dunia memberi peringatan bahwa dunia kini berada dalam periode yang sangat berbahaya akibat virus Corona varian baru yaitu varian Delta. Varian B.1617.2 ini pertama kali ditemukan di India dan telah terdeteksi setidaknya 98 negara.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanahom Ghebreyesus mengatakan bahwa varian tersebut lebih berbahaya karena terus bermutasi dan berevolusi. Varian ini juga menyebar dengan sangat cepat di negara yang cakupan vaksinasinya rendah.

Varian Delta juga melonjak di negara-negara Asia seperti Australia hingga Malaysia, termasuk Indonesia yang melaporkan lonjakan infeksi. Hal tersebut membuat pemerintah terus mendorong untuk mengurangi mobilitas masyarakat dan juga mempercepat program vaksinasi.

Virus corona varian Delta atau B.1.617.2 ini lebih cepat menular dan memicu pasien yang terinfeksi mengalami gejala yang parah. Kepala petugas Kesehatan Queensland, Dr Jeannette Young mengatakan, varian Delta diindikasi dapat menular melalui kontak dengan durasi yang sangat cepat sekitar 5-10 detik saja.

Kenali gejala Covid varian Delta. Berikut gejala virus corona varian Delta dari berbagai sumber:

Gejala infeksi varian Delta secara umum:

Gejala yang dirasakan pasien saat terjangkit varian Delta ini memiliki kemiripan dengan gejala virus corona pada umumnya. Namun, gejala yang dialami pasien varian Delta lebih parah dan sangat sulit untuk ditangani tim medis.

Menurut Profesor Kedokteran Darurat dan Kesehatan Internasional di John Hopkins University, Dr Bhakti Hansoti, ada beberapa gejala infeksi virus corona varian Delta, yaitu:

  • Sakit perut

  • Hilangnya selera makan

  • Muntah

  • Mual

  • Nyeri sendi

  • Gangguan pendengaran

Sementara itu, Profesor Epidemiologi Genetika di King's College London, Tim Spector, mengatakan, gejala yang timbul akibat infeksi varian Delta seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan demam. Untuk pasien di usia muda yang terinfeksi covid varian baru ini sering mengalami gejala pilek dan badan terasa Lelah.

Gejala infeksi varian Delta pada anak

Kasus terinfeksi varian Delta banyak menularkan pada anak-anak. Dokter Spesialis Patologi Forensik KSM Kesehatan Anak di RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr dr Rismala Dewi SpA(K) mengatakan, infeksi varian Delta menyebabkan gejala yang sangat bervariasi pada anak.

Beberapa contoh gejala virus corona varian Delta yang terjadi pada anak-anak yaitu:

  • Demam

  • Diare/mencret

  • Batuk

  • Pilek

  • Muncul ruam pada kulit

  • Sakit tenggorokan

  • Sulit bernapas

  • Kelelahan

  • Sakit kepala

  • Nyeri otot

  • Mual dan muntah

  • Nafsu makan menurun

  • Kehilangan kemampuan mencium bau dan mengecap rasa

  • Sakit perut

Sementara itu, para ahli menyebutkan bahwa gejala Covid-19 varian delta juga bisa menyerang pada usia di atas 40 tahun. Gejala yang dirasakan seperti sakit kepala, pilek, dan bersin-bersin.

Data di beberapa negara memperlihatkan sebagian besar kasus covid-19 saat ini terjadi pada kalangan anak muda yang belum/tidak divaksinasi.

Bagaimana jika terpapar covid-19 dan ingin isolasi mandiri dirumah? Berikut saran dari Kementerian Kesehatan melalui akun Instagram resmi, @kemenkes_ri tentang ketentuan melakukan isolasi mandiri:

  1. Pastikan ventilasi dan pencahayaan yang baik

  2. Jangan menggunakan alat secara bersamaan (alat makan/minum/mandi)

  3. Pastikan kamar mandi terpisah, tetapi jika tidak tersedia lakukan disinfeksi rutin di permukaan yang sering tersentuh

  4. Kamar tidur terpisah

  5. Hindari kontak secara langsung dengan orang lain serta tidak berpergian dan tidak menerima tamu

  6. Menjaga jarak

  7. Gunakan masker dengan benar saat keluar kamar

  8. Bersihkan permukaan dengan disinfektan secara berkala

  9. Cuci tangan menggunakan sabun

  10. Pantau secara rutin gejala setiap hari

  11. Jika muncul gejala atau semakin parah lapor petugas dan koordinasi dengan puskesmas

  12. Orang yang merawat pasien covid-19 pastikan tetap memperhatikan protokol kesehatan 3M

Isolasi mandiri sebaiknya dilakukan selama 10 hari sejak dinyatakan terpapar Covid-19. Namun jika kondisi tidak kunjung membaik, tambahkan waktu isolasi selama 3 hari hingga terbebas dari deman dan gangguan pernapasan.

Jika Anda merasakan beberapa gejala tersebut, segera lakukan isolasi mandiri. Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan gejala COVID-19 varian delta pada anak-anak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel