Kenali Gejala dan Penyebab Bipolar yang Jarang Dipahami

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Bagi seseorang yang normal, perasaan atau emosi sangat mudah untuk di bedakan, seperti senang, sedih, khawatir hingga marah. Tetapi perasaan tersebut susah dibedakan untuk orang yang mengalami gangguan mental bipolar.

Seseorang yang mengidap bipolar, memiliki perasaan, suasana hati dan emosi yang kurang stabil. Orang tersebut akan sangat mudah tertawa, tetapi emosinya bisa berubah mejadi marah dengan tiba-tiba, tanpa adanya alasan dan penyebab tentang kemarahannya yang jelas.

Gangguan psikologis ini, bisa saja disebabkan karena adanya faktor keturunan, walaupun jarang sekali seseorang yang mengidap bipolar menyadari kondisinya ini. Berikut gejala dan penyebab bipolar yang jarang dipahami, dilansir Merdeka.com:

Gejala Bipolar

ilustrasi gejala bipolar/ Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi gejala bipolar/ Andrea Piacquadio/pexels

Gangguan bipolar ini bisa dialami anak-anak atau orang dewasa. Saat mengalami perubahan emosi secara mendadak ini, fase emosinya dapat berlangsung selama hitungan minggu atau bulanan. Gejala bipolar bisa dibedakan menjadi gejala mania dan gejala depresi.

Gejala mania yang sering muncul adalah merasa sangat, berbicara sangat cepat, menjadi lebih bersemangat, adanya perasaan percaya diri yang berlebihan, susah untuk tidur, tidak nafsu makan dan tidak mau diganggu. Bahkan pengidap bipolar ini bisa melakukan aktivitas yang bisa merugikan diri sendiri atau orang lain.

Sedangkan gejala depresi yang muncul adalah kebalikan dari gejala mania, yaitu perasaan sangat sedih, marah, tidak berenergi, susah berkonsentrasi, selalu merasa kesepian, adanya rasa bersalah, sangat pesimis, tidak bisa tidur dan ingin bunuh diri.

Penyebab Bipolar

ilustrasi penyebab bipolar/emre keshavarz/pexels
ilustrasi penyebab bipolar/emre keshavarz/pexels

Selain disebabkan karena adanya faktor keturunan, bipolar ini bisa disebabkan karena faktor stres yang terlalu berat, mengalami trauma dan kecanduan alkohol atau narkoba. Berikut penjelasannya:

1. Kondisi Otak

Bipolar bisa disebabkan karena faktor terlalu stres dan trauma, yang menyebabkan kondisi otak kurang baik, yang berpengaruh pada neotransmitter. Neotransmitter merupakan bahan kimia atau zat yang berpengaruh terhadap suasana hati seseorang.

2. Keturunan Genetik

Faktor genetik atau keturunan ini, sering terjadi pada anak yang memiliki orang tua pengidap bipolar. Faktor keturunan ini membuat gangguan bipolar menjadi susah untuk dihindari.

3. Pengaruh Lingkungan Sosial

Adanya faktor lingkungan sosial, menyebabkan gangguan bipolar bisa menyerang seseorang. Misalnya, lingkungan sosial yang toxic bisa membuat seseorang trauma, kepercayaan diri hilang, menjadi pecandu alkohol atau obat-obatan terlarang, yang berpengaruh terhadap perubahan emosi seseorang.

Jenis Bipolar

ilustrasi jenis bipolar/Andrea Piacquadio/pexels
ilustrasi jenis bipolar/Andrea Piacquadio/pexels

Bipolar dibedakan menjadi berapa jenis, yaitu bipolar 1, bipolar 2, Cyclothymia dan Bipolar NOS. Berikut penjelasannya:

Bipolar 1

Bipolar tipe 1 terjadi karena adanya perubahan suasana hati yang terlalu drastis, saat seseorang mengalami gejala mania atau gejala depresif, yang terjadi dalam hitungan mingguan atau bulanan.

Bipolar 2

Bipolar tipe 2 terjadi karena seseorang memiliki kondisi fisik dan psikis yang terbelakang. Orang tersebut akan merasa terlalu lelah, karena mengalami hiperinsomnia atau tidur secara berlebihan.

Cyclothymia

Saat mengalami Cyclothymia, seseorang akan mengalami gejala mania dalam jangka waktu lama, tetapi gejala depresif sama sekali tidak terlihat. Namun kondisi ini bisa berkembang menjadi bipolar 1 atau bipolar 2.

Bipolar NOS

Saat seseorang mengalami bipolar NOS, kondisinya tidak bisa didiagnosa dengan jelas, karena perubahan emosi yang muncul bisa hilang secara tiba-tiba. Bisa saja saat seseorang mengalami gejala, orang tersebut mengalami gangguan mental yang lainnya, yang gejalanya hampir sama dengan bipolar.

Cara Mengatasi Bipolar

ilustrasi cara mengatasi bipolar/Karolina Grabowska/pexels
ilustrasi cara mengatasi bipolar/Karolina Grabowska/pexels

Secara umum mengatasi atau mengobati gangguan bipolar ini, membantu mencegah terjadinya gejala mania atau depresif, serta membantu mencegah terlalu banyak konsumsi obat.

Pada saat keluarga atau teman mengalami gejala seperti perubahan suasana hati secara mendadak, ingin melakukan bunuh diri atau mulai menyakiti diri sendiri, sangat agresif dan mengalami susah tidur, lebih baik segera konsultasikan dengan ahli.

Untuk mendeteksi gejala awal bipolar ini, membutuhkan seorang ahli untuk mendiagnosa penyakitnya, agar tidak salah dalam memberikan terapi atau pengobatannya.