Kenali Hoki dari Bentuk Wajah

KECANTIKAN wajah tak utama menentukan peruntungan manusia. Faktor kepribadian, lingkungan, dan takdir Tuhan, tentu saja ikut berpengaruh. Di lingkungan China, tanda lahir, bentuk muka, besaran indera, hingga ciri-ciri tubuh memiliki faktor hoki tersendiri.

Berbeda dengan feng shui tata ruang yang biasa disebut dengan feng shui saja, feng shui buat manusia ini biasa disebut kua mia, artinya kira-kira melihat peruntungan. Tidak bisa dipercaya seratus persen, tetapi pengetahuan ini perlu kita ketahui.

Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, peruntungan manusia bisa digolongkan menjadi tiga macam, fu gue (kaya dan mulia), fu show (bahagia dan panjang umur), dan fu giean (kaya tapi tidak mulia).

Tampang Paling Hoki = Si Muka Bulat

Ditambah hidung, kuping dan mulut lebar serta mata besar adalah mereka yang dianggap memiliki keberuntungan paling besar (fu gue). Sebaliknya jika indera di wajah sedang-sedang saja atau cenderung kecil, otomatis mengarah ada peruntungan fu show atau fu giean.

Bentuk muka mirip kotak hoki dan kadar rejekinya masih berada di bawah si muka bundar. Wajah oval atau lonjong tak terlalu menggembirakan. Sedangkan wajah segitiga dianggap dekat dengan kemiskinan.

Badan Paling Hoki = Si Badan Panjang

Kua mia membagi tubuh manusia atas tiga bagian, kepala mewakili langit, badan identik dengan manusia itu sendiri, kaki diibaratakan bumi. Konon yang badannya lebih panjang dari kaki hokinya paling top, apalagi jika telapak kakinya memiliki guratan mirip naga.

Bentuk tangan manusia juga bisa dilihat peruntungannya. Hati-hati dengan teman yang warna telapak dan punggung tangannya sama persis, tidak hoki dan cenderung licik adalah sifatnya. Begitu juga mereka yang mempunyai kulit badan kasar mirip kulit jeruk. (kpl/*****)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.