Kenali Perbedaan Gejala Virus Corona dengan Flu Biasa biar Tak Keliru

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Pandemi virus COVID-19 belum berakhir dan penyebarannya terbilang masih masif. Meski begitu, beberapa orang masih belum paham perbedaan penyakit ini dengan flu biasa.

Pasalnya, virus ini menyerang sistem pernapasan dan sistem imun tubuh. Orang yang terkena COVID-19 akan mengalami demam batuk dan sesak napas.

Kondisi ini mirip dengan gejala flu yang biasa menyerang masyarakat. Flu biasa menyerang seseorang yang mengalami penurunan imun tubuh.

Lantaran gejalanya yang mirip dengan virus influenza pada umumnya, kemungkinan besar orang akan bertanya, lalu bagaimana cara membedakannya?

Meski memiliki kemiripan, ada beberapa gejala virus corona dan flu yang bisa dibedakan seperti dijelaskan beberapa ahli kesehatan, satu di antaranya dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat.

Berikut perbedaan gejala flu biasa dengan COVID-19 dilansir dari Health, Senin (16/11/2020).

Gejala Flu Biasa

Ilustrasi flu. Sumber: Freepik
Ilustrasi flu. Sumber: Freepik

Gejala flu atau pilek umumnya memuncak dalam 2-3 hari setelah infeksi virus, dan sering timbul gejala-gejala seperti:

  1. Bersin

  2. Hidung tersumbat atau berair

  3. Sakit tenggorokan

  4. Batuk

  5. Cairan hidung mengental

  6. Mata berair

  7. Demam atau meriang (beberapa orang tak mengalaminya dan langsung flu)

Beberapa gejala flu terutama pilek, hidung tersumbat dan batuk tetap bertahan selama 10-14 hari, semua gejala tersebut akan berangsur membaik dalam jangka waktu tersebut.

Gejala COVID-19

Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)
Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

Gejala COVID-19 umumnya muncul 2-14 hari setelah terinfeksi dan muncul gejala-gejala seperti:

  • Demam

  • Batuk

  • Sesak napas

Gejala yang kurang umum yang disebutkan dalam jurnal penelitian The Lancet, seperti sakit tenggorokan dan pilek, dilaporkan oleh lima persen pasien, sedangkan diare, mual, dan muntah, dilaporkan oleh 1-2 persen pasien.

Sumber: Health