Kenali Seberapa Penting dan Bahayanya Kolesterol

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVAKolesterol merupakan zat yang diproduksi secara alami oleh organ hati, tetapi juga bisa ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan, seperti daging dan susu.

Kolesterol diperlukan oleh tubuh untuk membentuk sel-sel sehat, memproduksi sejumlah hormon, dan menghasilkan vitamin D. Meskipun penting bagi tubuh, kolesterol dapat mengganggu kesehatan jika kadarnya terlalu tinggi.

"Kalau di atas 200 cara harus dijaga agar tidak berlama-lama," kata Spesialis penyakit dakan Konsultan Ginjal dan Hipertensi, Dr.dr. H. M. Rudiansyah, M.Kes, Sp-PD-KGH, FINASIM, dalam program Hidup Sehat TvOne, Jumat 2 April 2021.

Rudiansyah menjelaskan, jika kolesterol tersebut tidak terkendali dapat berakibat buruk kesehatan tubuh. Salah satunya adalah darah tinggi, ketika kolesterol mengendap dan menyebabkan terjadi penggumpalan dan menempel di dinding pembuluh darah.

"Semakin banyak menempel pembuluh darah akan menebal dan mengeras menjadi faktor risiko terjadinya darah tinggi. Karena pembuluh darah tidak elastis jadi berkurang elastisnya pembuluh darah sebabkan tekanan mudah tinggi," tutur dia.

Tidak hanya itu saja, risiko terjadinya stroke dan serangan jantung juga bisa terjadi.

"Melar tadi membuat lubang di pembuluh darah sehingga gampang bahan kecil termasuk kolesterol pecah di dinding pembuluh darah akan menumpuk dan menempel di ujung pembuluh darah sebabkan serangan jantung kalau di pembuluh darah di jantung, kalau di otak sebabkan stroke," kata dia.

Maka dari itu penting bagi masyarakat untuk mencegah. Salah satunya dengan mengatur asupan makanan yang seimbang dan menghindari makanan yang tinggi akan kolesterol seperti telur.

"Telur kuningnya kolesterol tinggi bagaimana hindari konsumsi telur paling banyak 3-4 butir seminggu. Kepepet banget 1 butir saru hari itu tinggi. Kalau mau sekali makan separuh saja besok lagi separuh kalau dianalogikan 1 butir telur 1 ekor ayam," ujar dia.

Selain itu juga penting melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Rudiansyah menjelaskan jika masyarakat tidak punya faktor risiko dan masih berusia di bawah 30-40 tahun bisa melakukan pemeriksaan 1 atau 2 tahun sekali.

"Kalau punya faktor risiko apalagi pernah serangan jantung darah tinggi sebaiknya 6 bulan atau bahkan tiga bulan sekali," kata dia.