Kenalkan destinasi lain, Indonesia kurangi Bali dalam Travex 2020

Ahmad Wijaya

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata terus berupaya untuk memperkenalkan sejumlah destinasi wisata Tanah Air di berbagai forum, termasuk Travel Exchange (Travex) 2020 yang diselenggarakan di Bridex Convention Center, Jerudong, Brunei Darussalam, pada 14-16 Januari 2020.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani di sela ASEAN Tourism Forum (ATF) 2020 di Gadong, Brunei Darussalam, Rabu, mengatakan Indonesia juga mulai memperkenalkan destinasi unggulan selain Bali dalam Travex 2020.

"Dalam kegiatan itu kami mulai kurangi dominasi Bali, bukan karena apa, tapi ini saatnya kami perkenalkan destinasi lain. Tapi Bali tetap bisa komunikasi langsung," katanya.

Baca juga: Brunei jadi pasar potensial wisata halal Sumbar

Indonesia, lanjut Rizki, juga akan mendorong promosi destinasi lain, termasuk destinasi super prioritas seperti Danau Toba dan Labuan Bajo.

"Tapi Danau Toba atau Labuan Bajo kan siapnya baru live aboard (di kapal), tapi destinasi di daratannya belum ada. Mumpung masih persiapan infrastruktur di sana, kita tetap bawa Yogyakarta, Kepulauan Riau, Jawa Tengah dan lainnya," ujarnya.

Di arena Travex 2020, Indonesia menghadirkan Paviliun Indonesia yang pada hari pertama dibuka dikunjungi langsung Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo bersama Duta Besar Indonesia untuk Brunei Darussalam Sujatmiko. Turut hadir pula Menteri Sumber Daya Primer dan Pariwisata Brunei Dato Seri Setia Awang Haji Ali bin Apong.

Paviliun Indonesia dalam Travex 2020, yang menghadirkan "Misbar". (ANTARA/Ade Irma Junida)


Travex 2020 yang digelar bersamaan dengan ATF 2020 merupakan ajang pameran pariwisata negara-negara Asia Tenggara yang mempertemukan pelaku bisnis di sektor tersebut.

Dari ajang tersebut diharapkan adanya kesepakatan bisnis antara pelaku bisnis pariwisata sekaligus jadi ajang promosi pariwisata negara-negara ASEAN.

Paviliun Indonesia di Travex 2020 tampak mencolok dengan hiasan berbentuk rumah joglo dan ornamen Cabdi Borobudur.

Meski menempati posisi dekat area kantin, Paviliun Indonesia terlihat cukup ramai karena menyediakan jamuan kopi hingga minuman tradisional gratis.

Pengunjung yang menikmati minuman dan penganan pasar gratis dapat duduk di area duduk yang dilengkapi layar besar. Area duduk tersebut bertuliskan "Misbar" atau yang dikenal di Indonesia sebagai singkatan dari "Gerimis Bubar" yang jadi tempat hiburan rakyat menonton tayangan layar tancap.

Baca juga: Kemenpar : Lima destinasi DIY kawasan strategis pariwisata nasional