Kenalkan, Ini Sosok Pemuda Inspiratif Pahlawan UMKM Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Afrig Wasiso merupakan sosok pemuda inspiratif yang akhir-akhir ini sering diperbincangkan, apalagi di kalangan pebisnis dan UMKM.

Pemuda yang kerap disapa--guru scale up-- ini mendapat banyak sorotan setelah menuliskan buku berjudul Scale Up Kitab 1 yang menceritakan secara detail bagaimana ia membangun 11 bisnis di sektor yang berbeda hingga keluar dari zona UMKM.

Buku tersebut bahkan mendapat respons positif dari masyarakat sampai tokoh-tokoh terkenal seperti pebisnis dan motivator, Merry Riana.

“Topiknya lengkap dari memilih produk, tips marketing, operation, finance, sampai membangun tim milenial yang produktif, loyal dan juga happy. Penulisnya menguraikan langkah satu per satu, sehingga kita tinggal mengikuti step-stepnya,” kata Merry Riana.

Berkontribusi dalam Dunia UMKM

Selain menuliskan “rahasia dapur” membangun bisnis dalam buku tersebut, ternyata Afrig juga banyak berkontribusi dalam dunia UMKM dengan berbagai cara.

Pertama mempermudah UMKM mendapatkan dana investasi. Afrig Wasiso adalah salah satu pendiri Santara, Equity Crowdfunding Pertama di Indonesia yang mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Santara hadir untuk membantu UKM mendapatkan suntikan dana dan menjadi wadah bagi orang-orang untuk berinvestasi di UKM dengan aman dan terpercaya.

Lalu membuka lapangan pekerjaan. Sejalan dengan yang dituliskannya dalam bukunya, Afrig juga aktif menjadi CEO Inspira Group. Dengan tujuh unit bisnis yang ada di dalamnya, Inspira Group mempekerjakan ratusan karyawan yang bergerak di sektor yang berbeda-beda.

Selanjutnya berprestasi. Prestasi Afrig terus mengalir bersamaan dengan kariernya sebagai pengusaha. Pada 2019, dia berhasil meraih Facebook for Business brand ambassador for Asia Pacific Region dari Facebook atas pencapaiannya di salah satu unit bisnis yang dipimpinnya, ID Photobook.

Selain itu Afrig juga pernah mendapatkan Hewlett Packard (HP) Indigo Innovation Award - Asia Pacific di tahun yang sama.

Keempat, hidup Sederhana dan terus belajar. Afrig mengaku tidak suka menghabiskan uang untuk hal-hal konsumtif. Oleh karena itu, ia lebih suka hidup minimalis menggunakan uangnya untuk aset-aset produktif.

Selain itu, Afrig juga seseorang yang selalu memperkaya diri dengan ilmu.

“Kita harus selalu improve karena advantage itu selalu didapat oleh orang yang selangkah di depan. Saat kita di atas standar tapi tidak improve, lama-kelamaan standar bawah akan semakin naik dan kita tidak akan spesial lagi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: