Kenalkan Sapi Terpendek di Dunia, Tingginya Hanya 51 Cm

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bangladesh - Seekor sapi setinggi lutut belakangan ini menjadi perbincangan di Bangladesh, setelah mendapat pengakuan dari Guinness World Records sebagai sapi terpendek di dunia.

Melansir dari India Times, Rabu (6/10/2021), sapi bernama Rani hanya memiliki tinggi 20 inci atau 51 sentimeter. Karena tubuhnya yang super mini dibandingkan sapi pada umumnya, sang pemilik Kazi Mohammad Abu Sufian memutuskan mendaftarkan sapinya agar mendapat sertifikat dari Guinness World Records.

Sufian mengatakan telah menerima email dari Guinness World Records yang mengatakan bahwa pengajuannya telah diterima.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kalahkan sapi dari India

(odditycentral.com)
(odditycentral.com)

Sufian mengatakan bahwa dia telah mengirimkan catatan medis Rani ke Guinness, setelah pihak mereka bertanya apakah sapi itu telah menerima suntikan hormon.

"Kami mengirimkan beberapa video Rani sesuai dengan ketentuan Gunness World Records," kata Sufian kepada AFP.

Sebuah pernyataan di Guinness World Records mengkonfirmasi status sapi Bhuttan tersebut yang menyabet rekor dunia, setelah mengalahkan pemegang sebelumnya, seekor sapi India bernama Manikyam yang tingginya 61 sentimeter.

“Perasaan kami sangat campur aduk. Kami senang dia mendapatkan penghargaan yang pantas. Tapi kami juga sangat sedih karena dia sudah tidak bersama kami lagi,” tutup Sufian sambil menitikan air matanya.

Mati mendadak

Namun, sebuah peristiwa terjadi pada 19 Agustus 2021, ketika sapi mini tersebut mati mendadak karena penumpukan gas secara tiba-tiba.

“Kami telah mengirimkan laporan post-mortem kepada otoritas Guinness untuk melihat bahwa tidak ada yang aneh dengan kematiannya,” ucap Sufian.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel