Kenalkan Simba, Bayi Singa yang Lahir dari Inseminasi Buatan

Daurina Lestari, BBC Indonesia
·Bacaan 2 menit
Simba si anak singa
Simba si anak singa kini berusia tiga bulan.

Kebun Binatang Singapura merayakan kedatangan anak singa pertamanya yang lahir melalui inseminasi buatan.

Sayangnya, bayi Simba tidak akan pernah bertemu dengan ayahnya Mufasa, karena si singa tua itu tidak bangun kembali setelah prosedur inseminasi.

Simba adalah satu-satunya putra mendiang Mufasa, karena kucing besar tua itu tidak pernah sukses kawin akibat terlalu agresif.

Alih-alih mengawinkannya dengan singa betina, pihak kebun binatang memutuskan untuk melanjutkan keturunan Mufasa lewat proses inseminasi buatan yang jarang dilakukan.

Menurut seorang juru bicara kebun binatang, sperma Mufasa diambil dengan proses yang disebut kebun binatang sebagai "elektro-ejakulasi" untuk inseminasi buatan.

Setelah itu, Mufasa yang lemah harus disuntik mati. Pada usia 20 tahun, Mufasa telah bertahan hidup enam hingga 10 tahun lebih lama dari saudara-saudaranya.

https://www.facebook.com/watch/?v=925093561564308

Satwa itu tidak hanya tua, tapi juga menderita atrofi (lemah otot). Karena itu, dilakukan prosedur primer yaitu anestesi "untuk mengeutanasia Mufasa dengan berperikemanusiaan," kata rumah sakit kepada BBC.

"Koleksi sperma ketika Mufasa dalam pengaruh anestesi merupakan prosedur sekunder, namun penting, untuk memastikan garis keturunannya berlanjut setelah ia mati."

Bagaimanapun, Simba tampaknya siap melanjutkan garis keturunan bapaknya: pada usia tiga bulan, anak singa itu sangat lincah.

Simba si anak singa
Nama Simba terinspirasi oleh film Disney populer, The Lion King.

Nama Simba, seperti bapaknya, diambil dari film klasik Disney The Lion King. Simba sebenarnya dilahirkan Oktober lalu, namun kebun binatang menunggu sampai sekarang untuk mengumumkan kabar kelahirannya.

Beberapa masalah makan karena ibunya Kayla memiliki kelenjar yang meradang membuat Simba akhirnya diberi susu dari botol, tetapi tetap dibiarkan dekat dengan ibunya.

Pusat Penelitian dan Kesehatan Satwa Liar di Kebun Binatang Singapura berkata ia "tumbuh menjadi singa kecil yang sehat dan penuh rasa ingin tahu", dan suka bermain-main dengan bola rotan.

"Dia mulai menikmati sedikit daging mentah bersama dengan susunya dan menghabiskan sebagian besar waktunya bermain dengan perangkat pengayaan yang disiapkan oleh penjaganya untuk membantu perkembangannya."

Menurut kebun binatang, gen Mufasa - kini diturunkan ke Simba - akan "sangat bernilai untuk berkontribusi pada keanekaragaman dan keberlanjutan populasi singa Afrika di institusi zoologi".

Spesies tersebut diklasifikasikan sebagai "rentan" oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).