Kenang Masa-Masa Kuliah di AS, Anies Cerita Sempat Tak Lancar Berbahasa Inggris

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengenang masa-masa menempuh pendidikan S-2 di Amerika Serikat. Cerita itu dibagikan ketika menjadi pembicara di talkshow bertema Urban Water Management, yang digelar di Museum Bahari, Jakarta Utara, Jumat (2/9).

Untuk diketahui, Anies mengambil S-2 di University of Maryland, School of Public Policy, College Park, Amerika Serikat. Dilanjutkan S-3 di Northern Illinois University, Department of Political Science, Dekalb, Illinois, Amerika Serikat.

Meski memilih kuliah di Amerika, Anies belum terlalu lancar berbahasa Inggrisnya. Alhasil, ketika dosen menerangkan, dia tak pernah absen mereka materi yang disampaikan. Dia juga membuat daftar pertanyaan tentang hal-hal yang dirinya tak ketahui.

"Ketika dosen menjelaskan, biarkan recorder yang bekerja. Biarkan mesin yang bekerja. Nah, saya membuat daftar pertanyaan dari apa yang saya tidak ketahui," jelasnya.

Selesai dosen menyampaikan materinya, mantan Kemendikbud ini selalu ingin bertanya. Keaktifannya untuk bertanya membuat dosennya begitu ingat pada sosok Anies. Dia mengklaim, karena suka bertanya sampai dianggap mahasiswa terpintar di kelas.

"Ya padahal bukan (mahasiswa terpintar), karena memang saya saja yang tidak bisa (berbahasa inggris)," ujar Anies sembari tertawa.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga berbagi cerita tentang pentingnya pelajaran matematika.

Ketika di AS, Anies sempat mengambil mata kuliah matematika lanjutan. Untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah itu, Anies kerap belajar di perpustakaan hingga larut malam.

Tidak berhenti di situ, ia pun pernah bertanya kepada teman-temannya mengapa mereka harus belajar matematika. Meski demikian, Anies tetap yakin matematika mampu membuat seseorang berpikir secara sistematis.

"Jadi, kalau ada soal yang masih ada angkanya, itu masih gampang. Kalau yang sudah enggak ada angkanya, ya itu yang susah," canda Anies. [lia]