Kenang Momen-Momen Berkesan dalam Kariernya, Luthfi Kamal Terkesima dengan Atmosfer Jakmania

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah, pesepak bola asal Jakarta yang bermain untuk Barito Putera, menyebutkan beberapa kenangan manisnya dalam sepak bola. Satu di antara momen yang tak bisa ia lupakan adalah ketika ia melihat langsung gemuruh Jakmania.

Mengawali karier sejak 2015, Luthfi Kamal menghabiskan empat musimdi Mitra Kukar. Kemudian hijrah ke PSS Sleman untuk mengarungi musim 2020. Sayangnya kompetisi terganggu oleh pandemi COVID-19 dan harus dihentikan. Kini, Luthfi Kamal bermain untuk Barito Putera.

Kiprahnya tidak hanya di klub, Luthfi Kamal juga tercatat pernah berseragam Timnas U-19 dan U-22. Dalam kariernya selama enam tahun di sepak bola profesional, ia punya kenangan mengesankan di sejumlah momen.

"Paling berkesan adalah final Piala AFF U-22 di Kamboja, Indonesia juara saat itu. Kalau waktu di Timnas U-19 ya saat ikut tampil di Piala AFC," terang Luthfi Kamal seperti dalam obrolannya di saluran YouTube Akurasi TV.

Kenangan lainnya adalah saat ia tampil untuk Mitra Kukar menghadapi Persija Jakarta di Liga 1 musim 2018. Luthfi Kamal dan rekan-rekannya tampil di hadapan puluhan ribu pendukung Persija yang dikenal dengan Jakmania.

Dirinya tampil sejak menit pertama, meski harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2. Atas kekalahan itu, Mitra Kukar juga harus rela terdegradasi ke Liga 2.

"Rasanya campur aduk karena harus melawan tim tanah kelahiran dan terkesima dengan atmosfer fans Persija," kenangnya.

Ingin Kuliah Hukum

Pemain Timnas Indonesia U-22, Witan Sulaeman, bercanda dengan luthfi kamal, saat latihan di Lapangan ABC, Senayan, Sabtu (12/1). Witan menjadi pemain termuda dalam seleksi Timnas Indonesia U-22 dengan usia 17 tahun. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Timnas Indonesia U-22, Witan Sulaeman, bercanda dengan luthfi kamal, saat latihan di Lapangan ABC, Senayan, Sabtu (12/1). Witan menjadi pemain termuda dalam seleksi Timnas Indonesia U-22 dengan usia 17 tahun. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Di sisi lain, saat ini Luthfi Kamal sedang berkonsentrasi untuk persiapan timnya menghadapi persaingan di Liga 2. Masa pandemi COVID-19 juga tak menjadi hambatan baginya berkarier di sepak bola, meski ia punya keinginan di dunia pendidikan.

"Selain latihan, biasanya paling suka nongkrong sama temen dan main badminton di waktu senggang. Saya juga ingin kuliah jurusan hukum, sambil berkarier di sepak bola," tandas Luthfi Kamal.

Suka MU

Gelandang Timnas Indonesia, Luthfi Kamal, saat menyanyikan laga Indonesia Raya sebelum melawan Jepang pada laga Piala AFC U-19 di SUGBK, Jakarta, Minggu (28/10). Indonesia 0-2 dari Jepang. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Gelandang Timnas Indonesia, Luthfi Kamal, saat menyanyikan laga Indonesia Raya sebelum melawan Jepang pada laga Piala AFC U-19 di SUGBK, Jakarta, Minggu (28/10). Indonesia 0-2 dari Jepang. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Luthfi Kamal mengaku menjadi penggemar berat Manchester United sejak lama. Sir Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo adalah dua sosok yang menginspirasinya.

"Klub favorit saya Manchester United, karena sejarah timnya yang banyak meraih gelar juara dan pelatihnya Sir Alex Ferguson," beber Luthfi Kamal dalam percakapannya di kanal YouTube Akurasi TV baru-baru ini.

Alasannya tersebut tak bisa dibantah, MU memang menjadi tim yang menakutkan sejak ditangani Sir Alex Ferguson. Pelatih berkebangsaan Skotlandia itu menghadirkan 13 trofi Liga Inggris serta dua juara Liga Champions untuk MU.

Fergie tidak hanya jago dalam menyusun taktik dan strategi di timnya. Ia juga dikenal mampu mencetak pemain bintang, kayaknya David Beckham dan Cristiano Ronaldo. Nama Ronaldo jelas sangat digandrungi dan menjadi idola banyak orang sampai saat ini.

Ferguson berhasil membuat Ronaldo menjadi pemain besar sejak ia didatangkan dari Sporting Lisbon. Kolaborasi Ferguson dan Ronaldo membuat MU banyak meraih gelar juara. Bagi Luthfi Kamal, Ronaldo ikut menjadi inspirasinya.

"Dari dulu pemain idola saya Cristiano Ronaldo, sikapnya di dalam dan luar lapangan menjadi contoh. Kalau untuk pemain di posisi gelandang saya suka Toni Kroos," jelas mantan pemain Mitra Kukar dan PSS Sleman.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel