Kenang Muhammad Hudori, Menpan Tjahjo: Almarhum Sosok Royal Wajar Dipilih Jadi Sekjen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendayaguna Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (PAN RB) Tjahjo Kumolo mengaku berduka, atas berpulangnya Sekjen Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori. Diketahui, almarhum mengembuskan nafas terakhir pada Minggu 24 Oktober 2021.

"Almarhum sosok pekerja keras tidak pernah mengeluh," kata Tjahjo kepada awak media, Senin (25/10/2021).

Tjahjo Kumolo mengaku kenal dekat dengan almarhum. Mengingat, Tjahjo pernah menjabat sebagai menteri dalam negeri sebelum akhirnya digantikan Tito Karnavian pada periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

"Saya kenal almarhum sejak eselon II sampai menjadi Dirjen Bangda, almarhum sosok royal," kenang Thahjo

"Wajar Pak Tito memilihnya sebagai Sekjen Kemendagri," bangga Tjahjo.

Menurut informasi diterima, almarhum akan disemayamkan di rumah duka Jalan Raya Tengah Gedong Asri A3 Condet Jakarta Timur.

Meninggal karena Sakit

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Benni Irwan mengatakan, Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori meninggal dunia di MRCC Siloam Hospital Jakarta.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Bapak Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si (Sekjen Kementerian Dalam Negeri) pada tanggal 24 Oktober 2021 Pukul 22.04 WIB di MRCC Siloam Hospital Jakarta," kata dia, Minggu (24/10/2021).

Benni menuturkan, almarhum akan disemayamkan di rumah duka di bilangan Jakarta Timur.

"Jenazah rencana akan disemayamkan di Rumah Duka Jl. Raya Tengah Gedong Asri A3 Condet Jakarta Timur," kata Dia.

Benni pun memohon doa agar almarhum diampuni dosanya. "Mohon doa semoga Almarhum diampunkan dosanya, amin," ucap dia.

Benni mengatakan, almarhum sempat sakit. Namun, dirinya tak mengetahui apa penyakitnya.

"Beberapa waktu terakhir memang beliau sakit, namun belum diketahui pasti penyakitnya," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel