Kenangan Ibunda Uje Sehari Sebelum Uje Wafat

TEMPO.CO, Jakarta - Umi Tatu Mulyana, ibunda almarhum Uje masih terkenang akan putranya itu. Ditemui di kawasan Jayakarta, Jakarta, pada Jumat, 10 Mei 2013, ia mengatakan Uje sempat meminta air matanya sebelum meninggal. Saat itu hari Kamis tanggal 25 April 2013, tepat sehari sebelum Uje meninggal dalam kecelakaan motor.

»Umi, Uje minta air matanya, ya,” kata Umi Tatu menirukan kalimat sang putra.

»Jadi, waktu itu dia duduk, waktu mau pulang jam 1 malam. Beliau mendekat saya dengan lembut, cium pipi kanan, cium pipi, suka manja dia,” ia mengenang.

Pada saat itu, Uje menanyakan apakah sang Umi masih memiliki air mata yang banyak. Umi pun mengiyakan dan bertanya kenapa. »Umi kan kalau doain anak harus pakai air mata biar cepat terkabul. Jefri air matanya udah habis. Jefri minta air mata Umi ya,” kata Umi Tatu mengenang kalimat anaknya sebelum meninggal akibat kecelakaan tunggal motor.

Setelah Uje meninggal, Umi Tatu baru menyadari maksud sang putra meminta air matanya. Ia tak menangis banyak lantaran air matanya telah diminta terlebih dahulu oleh Uje. Umi Tatu justru mengaku bahagia karena Uje kini dekat dengan ayahnya. Makam Uje berdekatan dengan makam sang ayah dan kakak di kawasan Karet, Jakarta Selatan.

Ustad Jefri Al Buchori meninggal dalam kecelakaan tunggal pada Jumat, 26 April 2013 silam. Keluarga, sahabat, dan jemaah merasa kehilangan atas meninggalnya sang ustad gaul. Oleh karena itu, Umi Tatu menulis buku yang dipersembahkan untuk sang putera berjudul Untukmu Uje.

NURUL MAHMUDAH

Berita Lain:

Selamatkan Hiu, Daniel Mananta: Bisa Kena Kanker 

Prewedding Gading Martin di Markas AC Milan 

King Cantona Selalu di Hati Ronal Surapradja

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.