Kenangan Menteri Bahlil untuk Almarhum Enny Sri Hartati, Ekonom Senior INDEF

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengaku punya kedekatan dan kenangan tersendiri kepada Almarhumah Enny Sri Hartati. Dirinya bahkan merasa kehilangan atas kepergian Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) tersebut.

"Kita semua hari ini merasa kehilangan bagi pribadi saya Enny sebagai kakak yang sangat baik. Teman diskusi dan sangat luar biasa sekali. Saya kaget izin jujur karena saya di Kendari mendengar berita ini," kata Menteri Bahlil dalam Pengajian dan Doa Bersama Berpulangnya Enny Sri Hartati, seperti disiarkan Youtube Indef, Jumat (2/7).

Menteri Bahlil mengaku pertama kali mengenal sosok Enny ketika menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Dirinya bahkan telah belajar banyak tentang ilmu ekonomi kepada dirinya.

"Waktu itu mohon maaf kata, saya belum punya ilmu ekonomi yang cukup. Sebagai junior Kak Enny, sebagai alumni HMI banyak bertanya kepada Enny," katanya.

Dia bercerita, saat itu pernah mendapat kesempatan satu acara di sebuah stasiun televisi. Waktu itu pertama kalinya Menteri Bahlil tampil di layar kaca. Saat itu, dia mengaku ada salah satu ucapan yang keliru. Namun, tidak dipatahkan oleh Enny.

"Saya tahu itu ada keliru saya. Tapi karena dia tahu saya juniornya, dia tidak membantai saya jadi itulah sebuah proses yang saya tidak bisa lupakan sampai pada kemudian dia ingin memberikan pelajaran yang terbaik untuk adiknya, sampai kemudian saya dianggota kabinet," jelas Bahlil Lahadalia.

Sama-Sama Kritis

Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati (kiri) menyampaikan pendapatnya saat diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6). (Liputan6/JohanTallo)
Direktur Eksekutif INDEF Enny Sri Hartati (kiri) menyampaikan pendapatnya saat diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/6). (Liputan6/JohanTallo)

Menteri Bahlil mengaku waktu di Hipmi dirinya dan Enny sama-sama kritis bahkan satu mazhab terkait dengan berbagai persoalan di Tanah Air. Mulai dari masalah UMKM, monopoli BUMN, tenaga kerja asing, hingga masalah impor.

"Saya satu mazhab. Begitu saya masuk kabinet saya agak sedikit berbeda. Makanya dia bilang kok saya berbeda. Bagi saya Ka Enny sebagai sosok kaka yang baik karena saya junior," terangnya.

Namun yang membuat dirinya masih sangat terpukul adalah ketika hutang janji kepada Enny. Bahlil bercerita saat itu dirinya sempat diminta oleh Enny untuk dicarikan jodoh yang baik. Namun belum sempat dipenuhi, justru Enny pulang lebih cepat.

"Mohon maaf secara eksplisit di bulan puasa dia Watshapp saya. Dia bilang Dinda saya boleh nggak minta hadiah. Watsshapp-nya masih ada di saya nih sekarang. Saya bilang apa? Tapi janji ya. Insya Allah saya janji. Tolong carikan saya jodoh yang baik ya Dinda. Saya langsung baca itu nangis. Sekarang beliau pergi ini saya belum bisa mewujudkan itu," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel