Kenangan Mereka Akan Sosok Mendiang Wimar Witoelar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Suasana duka masih menyelimuti kepergian Wimar Witoelar. Sosok yang pernah menjadi mantan Juru Bicara Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini sempat mengalami kritis sebelum mengembuskan nafas terakhirnya.

Wimar didiagnosis mengalami sepsis atau kondisi medis yang disebabkan oleh peradangan karena infeksi di tubuh. Dia wafat pada usia 75 tahun, Rabu 19 Mei kemarin di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Peran ketokohan Wimar Witoelar tidak hanya sebatas Juru Bicara Presiden, ia dikenal luas sebagai salah satu tokoh era reformasi di Indonesia, kolumnis pada berbagai surat kabar, penulis, dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB), pemandu acara di berbagai program televisi, serta pengusaha.

Wimar juga penggagas sekaligus pemandu program talkshow Perspektif Baru yang menghadirkan isu-isu mutakhir dengan narasumber kompeten.

Dengan segudang jejak rekamnya dan sosoknya yang dikenal sangat kritis akan kondisi negeri, tak sedikit para tokoh negeri ini yang begitu mengaguminya. Salah satunya datang dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Berikut kenangan mereka akan sosok mendiang Wimar Witoelar yang dihimpun Liputan6.com:

1. Wapres Ma'ruf Amin

Wapres Ma’ruf Amin mengenang almarhum Wimar Witoelar adalah orang baik, kritis, dan idealis.

"Almarhum merupakan mantan Juru Bicara Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid. Almarhum tidak hanya sebagai mantan Jubir, tetapi juga pernah berprofesi sebagai dosen, penulis, bahkan sebagai pemandu acara di salah satu stasiun televisi," ujarnya.

Selanjutnya, Ma'ruf mendoakan semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni dosa-dosanya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

"Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi berita duka ini. Aamiin yaa rabbal’alamin," pungkasnya.

2. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Wimar Witoelar. Menurut dia, Wimar selama ini dikenal sebagai seorang jurnalis dan tokoh reformasi Indonesia.

Menurut dia, kepergian Wimar membuat Indonesia kehilangan sosok tokoh reformasi. Bukan hanya itu, Moeldoko mengatakan Wimar juga merupakan kolumnis yang bernas karena keberaniannya memberikan kritik pada era pemerintahan Orde Baru.

"Pak Wimar selalu memberi lontaran-lontaran jenaka namun kritis pada setiap program televisi yang dipandunya," katanya.

Dia menyebut kelantangannya tersebut membuat Wimar masuk dalam jajaran aktivis yang terpandang dan disegani sejak era itu hingga sekarang. Kepergian Wimar Witoelar pun hampir bersamaan dengan peringatan Hari Reformasi yang jatuh pada 21 Mei.

Moeldoko menyampaikan Wimar Witoelar merupakan mitra strategis di Kantor Staf Presiden. Selain penguasaan isu-isu substantif, Wimar disebut piawai dan selalu mengingatkan bahwa penguasaan komunikasi media salah satu yang utama.

"KSP merasa kehilangan seorang sahabat yang luar biasa," tutur Moeldoko.

3. Komposer Ananda Sukarlan

Kesedihan turut dirasakan pianis dan komposer Ananda Sukarlan. Dalam akun Twitter @anandasukarlan ia menyampaikan bahwa Wimar sosok kritis nan humoris. Ananda pun mengatakan surga bakal lebih indah dengan kehadiran Wimar.

"Turut berduka cita, om #wimarwitoelar, dulu juru bicara Presiden zaman #gusdur telah meninggal dunia. Surga tamabh indah dengan humor Anda yang berkelas, om. #RIPWimarWitoelar," cuit Ananda.

Sosok Wimar Witoelar dikenal ramah dan penuh canda oleh banyak orang. Hal tersebut terasa ketika ia bertugas sebagai juru bicara Gusdur serta kiprah almarhum lainnya ketika menjadi jurnalis dan kolumnis.

4. Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun turut menyampaikan duka cita atas kepergian Wimar Witoelar.

Menurut Sri Mulyani, Wimar Witoelar merupakan sosok yang sangat peduli dengan Indonesia, untuk menjadi semakin baik dan maju. Dia mengungkapkan, Wimar Witoelar menunjukkan kepedulian dengan aktif mengisi ruang publik dengan pemikiran dan percakapn yang bernas, cerdas, kritis, jenaka namun tetap santun.

"Selalu menyenangkan bercakap dan bertukar pikiran dengan Wimar," kata Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun menceritkan awal perkenalannya dengan Wimar Witoelar, yaitu sejak awal perjuangan reformasi Indonesia pada 1998-1999.

"Kami sering berada dalam forum yang sama, menjelaskan ke publik pentingnya reformasi bagi Indonesia, Wimar seorang kawan sejati dan selalu setia dengan cita-cita menjaga Indonesia. Wimar sempat menegok saya di Washington DC," tutur dia.

Syauyiid Alamsyah

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel