Kenapa anak-anak harus pergi ke sekolah?

Kenapa anak-anak harus pergi ke sekolah?? – Vanessa C., umur 10, Gilbert, Arizona, Amerika Serikat

Anak-anak pergi ke sekolah karena berbagai alasan. Di mana dan kapan tergantung pada usia, lokasi, preferensi orang tua, dan kebijakan setempat. Orang tua mengirim anak-anak mereka ke sekolah untuk mengekspos mereka pada pengalaman yang berbeda dari pengalaman mereka sendiri di rumah dan di komunitas mereka. Sekolah dirancang untuk menyediakan ruang untuk eksplorasi, kesadaran diri, dan hubungan dengan anak-anak lain. Guru mendorong anak-anak untuk memperkuat keterampilan yang mereka miliki dan membantu mereka untuk mendapatkan keterampilan tambahan saat mereka naik kelas.

Saya telah menghabiskan 20 terakhir belajar dan bekerja dengan anak - anak dari lahir sampai umur 21 tahun dalam berbagai kondisi. Saya sering berpikir tentang bagaimana menciptakan lingkungan belajar terbaik untuk anak-anak, dimulai dari prasekolah. Bagi saya, itu berarti memastikan bahwa semua anak memiliki kesempatan untuk berada di sekolah yang dapat memenuhi kebutuhan belajar mereka serta kesejahteraan fisik, sosial dan emosional mereka di semua tahap kehidupan mereka.

Pendidikan anak usia dini

Sekitar 61% anak berusia 3 hingga 5 tahun di Amerika Serikat terdaftar di beberapa jenis prasekolah. Karena ini adalah tahun kritis untuk perkembangan otak, menghadiri program pembelajaran berkualitas tinggi sangatlah penting.

Apa yang membuat program yang baik untuk anak kecil? Karena anak-anak belajar melalui bermain, penting untuk bermain menjadi fokus sebagian besar aktivitas. Penting juga bagi guru untuk berinteraksi dengan siswa muda mereka dan menanggapi kebutuhan setiap anak.

Selama tahap perkembangan yang penting ini, anak-anak juga membentuk rasa diri. Misalnya, mereka mungkin mulai menganggap diri mereka sebagai kakak laki-laki atau perempuan jika ada anak lain di rumah. Mereka juga mulai terhubung lebih dalam dengan orang lain, belajar mengomunikasikan perasaan mereka, berlatih berbagi, dan masih banyak lagi. Ketika sekolah memasukkan identitas anak, norma budaya dan tradisi di dalam kelas, siswa merasakan rasa memiliki dan inklusi. Ini membantu anak-anak membentuk asosiasi yang penting untuk belajar.

Sekolah Dasar

Anak-anak yang memasuki taman kanak-kanak pada usia 5 atau 6 tahun dapat memiliki banyak perasaan yang berbeda, termasuk merasa gugup dan gembira untuk pengalaman baru ini. Mungkin anak-anak pernah mendengar orang dewasa mengatakan bahwa memulai taman kanak-kanak adalah awal dari “pembelajaran yang sebenarnya.” Tapi ini tidak terjadi; anak-anak belajar sejak hari pertama mereka dilahirkan.

Dengan transisi ke taman kanak-kanak, anak-anak mulai melatih keterampilan pribadi dan sosial, seperti mengelola perilaku dan reaksi mereka terhadap sesuatu, pemecahan masalah, dan pemikiran yang logis. Pengalaman awal anak-anak memperluas gagasan mereka tentang bagaimana dunia bekerja. Dan saat mereka dewasa mereka menjadi lebih mampu memahami proses berpikir yang lebih kompleks, seperti proses air berubah menjadi es dan kemudian kembali ke air. Konsep lain yang mungkin mulai mereka jelajahi adalah bagaimana materi mengambil bentuk ruang yang ditempatinya, seperti pasir yang mengisi wadah berbentuk bintang, dan mengapa itu terjadi.

Saat siswa masuk sekolah dasar, keterampilan membaca dan pemahaman mereka meningkat dan mereka dapat menggunakan sumber daya yang berbeda – mulai dari membaca buku atau menonton film dokumenter hingga melakukan perjalanan ke museum – untuk membantu mereka memahami gagasan yang mereka temui di dalam dan di luar kelas. Pendidikan yang diterima siswa di sekolah selanjutnya dibangun di atas pengalaman ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel