Kenapa Dirut TVRI Dipecat?

TEMPO.CO , Jakarta:Dewan Pengawas Televisi Republik Indonesia akan memecat Direktur Utama TVRI Farhat Syukri. Farhat dipanggil oleh Dewan Pengawas TVRI , Senin lalu, untuk diberitahu rencana pemecatan itu. Farhat punya waktu sebulan untuk menyanggah. Lalu apa sebenarnya alasan Dewan Pengawas berencana memecat Farhat yang baru menjabat 17 bulan itu?

Anggota Dewan Pengawas TVRI Indrawadi Tamin membenarkan adanya pemanggilan Farhat. "Iya, Dewan Pengawas memanggil dia kemarin (Senin) siang," kata Indrawadi saat ditemui Tempo di parkiran TVRI, Selasa 24 September 2013.

Tapi Indrawadi membantah bahwa rencana pemecatan itu berkaitan dengan kasus penyiaran konvensi Demokrat selama 2 jam 23 menit di TVRI. Dia juga menolak menjelaskan lebih jauh isi pertemuan itu. Dia buru-buru masuk mobilnya dan pergi.

Tiga direktur lainnya juga akan dipecat. Menurut sumber Tempo, Dirut dipecat karena kinerjanya tidak membaik setelah dievaluasi. »Farhat juga tidak menjalankan Undang-Undang Penyiaran dan kebijakan Dewan Pengawas dengan baik,” katanya.

Farhat juga dianggap tak memiliki rencana yang jelas untuk menuju digitalitasi penyiaran yang akan dimulai pada 2018. Dengan anggaran Rp 864 miliar tahun ini, kata dia, TVRI masih menjual jam siaran untuk partai politik dan kelompok seperti Hizbut Tahrir Indonesia, yang menjadi masalah. Farhat, kata si sumber, juga tak mampu memenuhi target yang ditentukan, termasuk adanya perbedaan uang masuk dan penagihan.

Tempo menemui Farhat di lantai 3 Gedung Penunjang Operasional TVRI, Selasa kemarin. Tapi dia tak mau menanggapi rencana pemecatan dirinya. »Mas, saya berhak tidak menjawab pertanyaan,” katanya.

Saat itu dia duduk di samping pintu lift. Setelah ucapan itu dia tak mau menjawab sejumlah pertanyaan Tempo. Dia lalu berdiri menuju pintu lift yang tak kunjung terbuka. Tiga petugas keamanan—seorang dia antaranya mengawasi sejak awal---langsung mengusir Tempo dari lantai tersebut.

NURHASIM | ALI AKHMAD

Terpopuler:

BBM Untuk Android Tak Jadi Dirilis Pekan Ini 

Inilah Hasil Blusukan Indra Memburu Garuda Muda

Pengakuan Perwira Polisi Penerima Dana Labora

Ruhut Tantang Penentangnya di Komisi III

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.