Kenapa kamu perlu mencari jawaban lain selain dari Google?

·Bacaan 4 menit
<span class="caption">Para ahli lebih dapat diandalkan ketimbang Google Search</span> <span class="attribution"><a class="link rapid-noclick-resp" href="https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/silhouettes-of-people-holding-laptops-are-seen-in-front-of-news-photo/1026614170" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:Anadolu Agency/Getty Images">Anadolu Agency/Getty Images</a></span>
Para ahli lebih dapat diandalkan ketimbang Google Search Anadolu Agency/Getty Images

Curious Kids adalah seri untuk anak-anak segala usia. Jika kamu memiliki pertanyaan yang ingin dijawab oleh ahli nya, kirimkan ke curiouskidsus@theconversation.com.

Jika ada Google, kenapa aku membutuhkan seorang ilmuwan untuk menjawab suatu pertanyaan? – Harrison F., usia 13, Brookline, Massachusetts

Bayangkan saat kamu sedang meneliti sesuatu. Biarpun kamu hanyalah seorang siswa kelas empat yang perlu mencari tahu bagaimana gunung berapi meletus, atau kamu adalah orang dewasa yang mencari informasi lebih lanjut tentang suatu berita, kamu pasti lebih tergerak untuk segera mencarinya melalui internet.

Hmm, apakah kira-kira hal ini salah?

Mesin pencari Google tampaknya memiliki semua jawaban atas pertanyaanmu. Tapi, dari mana informasi itu berasal? Siapa pembuat situs web tertentu yang muncul saat kamu menuliskan “letusan gunung berapi” di pencarian Google? Siapa yang memutuskan berita mana yang muncul lebih dulu dan dalam urutan apa sisanya akan muncul?

Saya sering memikirkan pertanyaan-pertanyaan ini karena pekerjaan saya adalah membantu para sarjana Universitas Memphis menyampaikan pekerjaan mereka kepada para akademisi dan publik.

Para ilmuwan ini adalah para ahli yang telah bekerja dan belajar untuk waktu yang lama untuk memahami semua yang mereka bisa. Mereka menjawab pertanyaan dengan menggabungkan pengetahuan mereka dengan metode ilmiah untuk menemukan hal-hal baru.

Page, Brin, dan sistem PageRank

Larry Page dan Sergey Brin masih mempelajari ilmu komputer di Universitas Stanford sebagai mahasiswa pada tahun 1996, ketika menciptakan mesin pencari Google. Mereka mencoba menciptakan cara cepat untuk menemukan sesuatu dengan mudah secara daring.

Pada masa itu, mencari sesuatu melalui web sangat lambat dan sulit, sehingga susah untuk menemukan informasi terbaik.

Mereka kemudian menemukan sebuah algoritma, yang merupakan kumpulan formula terperinci, yang disebut PageRank. PageRank bekerja dengan memperkirakan kualitas halaman web dengan mengukur jumlah dan kualitas halaman lain yang tertaut ke sana. Saat kamu mencari sesuatu di Google, mesin pencari akan memberikan halaman yang paling relevan dari apa yang sedang kamu cari.

Beberapa kekurangan

Googling menjadi begitu cepat sehingga seakan-akan terlihat instan.

Namun, hasil yang kamu lihat saat melakukan penelusuran Google dapat dipengaruhi oleh hal selain PageRank, termasuk apakah para pengiklan membayar Google untuk membuat situs web mereka muncul lebih tinggi daripada yang seharusnya.

Algoritma Google memperhitungkan ratusan variabel lain, termasuk situs yang telah kamu klik di masa lalu, dan seberapa sering halaman tersebut diperbarui.

Tidak seperti para ahli, mesin pencari Google tidak dapat secara otomatis memutuskan sumber mana yang paling penting, paling akurat, atau paling bermanfaat. Artinya, penelusuran Google tidak selalu mengidentifikasi obyektifitas dan keandalan suatu informasi.

Kamu dapat mempertimbangkan untuk beralih ke mesin pencari lain seperti Bing dari Microsoft atau pada mesin pencari yang secara khusus mempromosikan privasi informasi seperti DuckDuckGo. Tapi, banyak dari alternatif ini memiliki kekurangan yang sama.

Bagaimana para ahli menyampaikan ilmunya

Para Ilmuwan dan ahli kerap menyampaikan ilmunya melalui makalah penelitian. Setiap makalah berfokus pada satu ide yang kemudian akan menambahkan hal baru pada suatu topik. Ide yang mereka terbitkan bisa berupa hasil baru dari suatu eksperimen atau pengamatan baru atas suatu hal. Ilmuwan lain kemudian membaca makalah itu dan mendiskusikannya.

Meski para ahli dapat mengambil kumpulan fakta yang sama, namun mereka dapat memiliki perspektif berbeda-beda. Artinya, tidak selalu ada satu jawaban yang benar untuk sebuah pertanyaan. Seiring berjalannya waktu, proses diskusi ini menghasilkan prinsip dan konsep yang diterima secara umum.

Siklus penelitian, tinjauan, dan diskusi ini telah ada sejak pertama jurnal akademik diterbitkan pada 1665. Saat penemuan baru dibuat, ide bisa berubah.

Salah satu cara peneliti menunjukkan ide lain yang dapat dipertimbangkan dalam penemuan mereka adalah dengan kutipan ilmiah. Kamu pasti pernah melihatnya – ada di bagian referensi di bagian belakang buku nonfiksi atau di bagian bawah artikel Wikipedia. Masing-masing merujuk ke penelitian lain.

Kutipan ini memberi tahu buku-buku dan sumber lain yang dipertimbangkan oleh penulis–dan bagaimana mereka bisa membentuk ide-ide tersebut. Jika banyak ilmuwan menggunakan ide yang sama untuk suatu konsep yang mereka buat sendiri, maka suatu hari nanti, ide mereka akan digunakan sebagai suatu referensi untuk ide-ide lain. Proses itu berlangsung sebagai siklus dan berinovasi.

Nah, proses penemuan seperti ini tidak dipengaruhi oleh pengiklan. Kendati demikian beberapa publikasi dapat ditentukan oleh dana yang didapatkan ilmuwan yang secara khusus diminta untuk mengerjakan jenis penelitian tertentu.

Banyak ide yang kamu temukan di internet berasal dari para ilmuan. Tapi, ide-ide ini tetap rentan terhadap bias dan tekanan iklan.

Sedangkan hasil penelitian ilmuwan tidak akan mendapatkan tekanan tersebut. Kita membutuhkan ilmuwan karena mereka memberikan gambaran yang lengkap, informasi teranyar yang berasal dari kebijaksanaan dan pertimbangan mendalam.

Internet membuat kegiatan mencari informasi lebih mudah ketimbang di masa manapun dalam sejarah manusia. Tetapi sebagaimana Albert Einstein menyampaikan, “Informasi bukanlah pengetahuan. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman.”

Apakah kamu punya pertanyaan yang ingin ditanyakan ke ahli? Minta bantuan ke orang tua atau orang yang lebih dewasa untuk mengirim pertanyaanmu pada kami. CuriousKidsUS@theconversation.com. Jangan lupa cantumkan nama mu, umur, dan kota tempat mu tinggal.

Dan karena rasa ingin tahu tidak dibatasi usia – orang dewasa juga dapat memberi tahu kami apa yang Anda ingin tahu juga. Kami tidak akan dapat menjawab setiap pertanyaan, tetapi kami akan melakukan yang terbaik.

Rachel Noorajavi menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

Artikel ini pertama kali terbit di The Conversation, situs berita nirlaba yang menyebarluaskan pengetahuan akademisi dan peneliti.

Baca juga:

Cody Behles tidak bekerja, menjadi konsultan, memiliki saham, atau menerima dana dari perusahaan atau organisasi mana pun yang akan mengambil untung dari artikel ini, dan telah mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki afiliasi selain yang telah disebut di atas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel