Kenapa Masih Banyak Orang Simpan Uang di Rumah, Ini Alasannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus uang rusak dalam nominal besar akibat di simpan secara mandiri masih saja terjadi di Indonesia. Terbaru, Samin (53), seorang penjaga SD Negeri Lodjiwetan, Solo, harus menelan pil pahit setelah uang tabungannya senilai Rp 50 juta miliknya rusak dimakan rayap.

Padahal, uang yang dia simpan dalam 2 (dua) celengan plastik itu akan digunakan bersama istri dan dua anaknya untuk mendaftar ibadah haji. Mengapa peristiwa nahas tersebut masih berulangkali terjadi di Indonesia?

Sekretaris Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Dimas Yuliharto menyampaikan, peristiwa nahas tersebut kerap terjadi diakibatkan masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat di Indonesia. Hal ini tercermin dari hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2019 mencatat, tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan masing-masing mencapai 38,03 persen dan 76,19 persen.

"Peristiwa yang terjadi dan bukan hanya kali ini saja, memang kita akui karena masih rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat," ujar Dhimas kepada Merdeka.com di Jakarta, Kamis (22/9).

Dhimas menerangkan, akibat indeks literasi keuangan masyarakat yang masih kecil mengakibatkan terbatasnya pengetahuan masyarakat untuk menempatkan uang tabungannya secara aman. Sehingga, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan masih rendah.

"Tingkat kepercayaan masyarakat kepada bank itu tergantung kepada literasi keuangannya juga," tegas Dimas.

Pihaknya pun berupaya terus menyampaikan pengetahuan tekait pentingnya menabung di bank karena lebih aman dan dijamin LPS. Misalnya dengan melaksanakan sosialisasi dan publikasi kepada masyarakat luas mengenai tugas dan fungsi LPS kepada masyarakat, baik secara langsung maupun menggunakan berbagai platform komunikasi dan informasi yang LPS miliki.

"Sudah saatnya masyarakat paham bahwa menabung di bank itu lebih aman karena dijamin oleh LPS, daripada berisiko hilang atau rusak karena berbagai sebab, lebih baik simpan di bank," pungkasnya. [azz]