Kenapa Tim-Tim 5 Besar Musim Lalu Memble di BRI Liga 1 2022 / 2023?

Bola.com, Jakarta - Kompetisi BRI Liga 1 2022/2023 telah memasuki pekan keempat. Tetapi sejumlah klub-klub elite atau unggulan justru terpuruk di papan klasemen.

Persib Bandung jadi salah satu yang paling jeblok di awal kompetisi musim ini. Kehebatan mereka hingga mampu merebut posisi runner-up musim lalu, seolah menghilang tanpa bekas.

Tanpa kemenangan di tiga laga awal dan hanya merebut satu poin, jelas sebuah aib bagi klub sebesar Persib. Alhasil, Robert Alberts dipaksa angkat kaki dari kursi panas kepelatihan.

Tetapi situasi serupa tak hanya dialami Persib seorang diri. Beberapa klub lain juga mengalami nasib nyaris sama dengan mereka. Uniknya, lima besar kompetisi musim lalu yang justru merasakan hal tersebut.

Lantas, apa yang menyebabkan tim-tim unggulan itu merosot drastis di awal BRI Liga 1 2022/2023? Berikut ulasan selengkapnya.

Bali United Kehilangan Ketajaman Spasojevic

Penampilan Ilija Spasojevic dkk begitu solid di putaran kedua sehingga membantu mereka merebut puncak klasemen sejak pekan ke-27. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Penampilan Ilija Spasojevic dkk begitu solid di putaran kedua sehingga membantu mereka merebut puncak klasemen sejak pekan ke-27. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bali United tak pernah mengira mendapatkan hasil tak menyenangkan di awal liga. Sejak ditangani Stefano Cugurra, mereka tak pernah terlempar sejauh ini di papan klasemen.

Tanpa perubahan berarti di skuad mereka, sepatutnya permainan mereka tak jauh berbeda dengan musim lalu. Tetapi satu hal yang membedakan adalah Ilija Spasojevic tak lagi tampil produktif seperti di awal kompetisi musim lalu.

Cara bermain yang tak berubah dari waktu ke waktu juga disinyalir sebagai penyebab keterpurukan klub berjuluk Serdadu Tridatu tersebut. Lawan mulai membaca strategi Stefano Cugurra yang mengandalkan umpan silang dari sektor sayap.

Badai Cedera Ganggu Taktikal Persib Bandung

Persib Bandung menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Presiden 2022. Maung Bandung sukses keluar dari Grup C sebagai pemuncak klasemen. Grup C sendiri merupakan grup neraka pada turnamen ini karena dihuni oleh klub-klub top Liga 1 seperti Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, dan Bali United FC. Pasukan Robert Alberts berhasil mendulang tujuh poin dengan mencatatkan dua kali kemenangan dan sekali imbang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Persib Bandung menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Presiden 2022. Maung Bandung sukses keluar dari Grup C sebagai pemuncak klasemen. Grup C sendiri merupakan grup neraka pada turnamen ini karena dihuni oleh klub-klub top Liga 1 seperti Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, dan Bali United FC. Pasukan Robert Alberts berhasil mendulang tujuh poin dengan mencatatkan dua kali kemenangan dan sekali imbang. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tiga laga beruntun tanpa kemenangan sempat membuat Persib berada di zona merah untuk sementara waktu. Badai cedera yang dialami membuat Robert Alberts tak bisa memaksimalkan skuadnya.

Ia 'terpaksa' melakukan ekspresimen di setiap pertandingan yang dijalani dan itu terbukti tak cukup membuat permainan Persib stabil. Palu pemecatan kepada pelatih asal Belanda tersebut akhirnya diketok sebelum pertandingan keempat.

Walau berhasil merebut kemenangan perdana dengan menumbangkan PSIS Semarang, kondisi tersebut masih menghantui tim. Siapapun yang bakal menggantikan posisi pelatih kepala, bakal dihadapkan dengan situasi yang tak mudah.

Masalah Pemain Asing di Kubu Bhayangkara FC

Liga 1 - Ilustrasi Logo Bhayangkara FC BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo Bhayangkara FC BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Bhayangkara FC jadi salah satu tim yang juga terpuruk di awal kompetisi musim ini. Padahal, klub berjuluk The Guardian itu dilatih pelatih lokal sekaliber Widodo C. Putro.

Bila melihat catatan mereka dalam empat pertandingan terakhir, terdapat benang merah yang bisa ditarik. Bhayangkara FC tampak terlalu bergantung dengan para pemain asingnya.

Apesnya, Younes Mokhtar maupun Adam Najem belum mampu berkontribusi maksimal. Sementara Anderson Salles harus absen karena cedera. Praktis mereka kini hanya mengandalkan Youssef Ezzejari di depan.

Persebaya Surabaya Terpaksa Bangun Ulang Skuad

Liga 1 - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo Persebaya Surabaya BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Persebaya Surabaya memulai kompetisi dengan mengkhawatirkan. Mereka terpaksa merelakan puluhan pemainnya pergi dari Kota Pahlawan.

Hal seperti itu jelas mengganggu kestabilan tim. Pelatih Aji Santoso dituntut membangun ulang skuad kompetitif di waktu yang singkat.

Tentu bukan perkara mudah mewujudkannya. Apalagi, mereka memilih pendekatan berbeda dalam transfer pemain yang lebih menitikberatkan pemain muda dan non pengalaman di kompetisi elit tanah air.

Arema FC Lambat Panas?

Liga 1 - Ilustrasi Logo Arema FC BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)
Liga 1 - Ilustrasi Logo Arema FC BRI Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Sukses di kompetisi pramusim Piala Presiden 2022, tak membuat Arema FC langsung tancap gas di awal kompetisi. Mereka harus menjalani empat pertandingan awal dengan berdarah-darah.

Klub berjuluk Singo Edan tersebut seperti mengulang performa musim lalu. Mereka menjalani kompetisi dengan lambat sebelum menemukan peak performance mereka.

Tentu butuh waktu untuk mewujudkannya. Tetapi dengan kemenangan terkini di markas Bali United, rasa-rasanya Aremania, julukan suporter Arema FC, tak perlu menunggu terlalu lama.

Persaingan di BRI Liga 1 2022/2023