"Kenapa Tuhan Mereka Galak?"

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --  Dampak pertentangan antar golongan dan agama di Indonesia terhadap anak kecil sudah memasuki tahap yang memprihatinkan.

Kondisi kejiwaan anak kecil menjadi terganggu. Selain karena terusir, anak yang lain juga diajarkan kebencian terhadap sesamanya.

"Saya dengar bagaimana anak jemaat GKI Yasmin bertanya 'salah kita apa?' 'Kenapa Tuhan mereka galak?' Itu pertanyaan yang menyentuh," ujar Pemimpin Pondok Pesantren Al Mizan Cirebon, Maman Imanulhaq, saat peringatan Hari Anak Nasional di LBH Jakarta, Sabtu (27/6/2013).

Maman juga menyoroti bagaimana kehidupan pengungsi Ahmadiyah di Lombok, yang hidupnya sangat tidak layak. Belum lagi anak kecil yang diajak orang tuanya berdemo dan diajarkan kebencian terhadap sesamanya.

Nia Sjarifudin, Koordinator Aliansi Nasional Bhineka Tungga Ika (ANBTI) juga mengungkapkan pengalamannya saat memberikan bantuan ke anak-anak Ahmadiyah di Lombok.

"Ketika di sana saya sibuk, ada anak nyolek saya. 'Kamu orang pemerintah ya?', 'Oh bukan'. 'Kalau bukan nggak apa-apa," ujar Nia menirukan dialognya dengan anak pengungsi Ahmadiyah.

Nia pun mengimbau agar segenap elemen bangsa untuk melawan lupa, bahwa sebenarnya sebelum Indonesia ada, agama tradisional dan aliran kepercayaan sudah ada.

"Sejarah penting disampaikan pada mereka. Sunda wiwitan, Kejawen sudah ada sebelum Indonesia. (Perbedaan) Itu hal yang biasa. Semua punya saham di negara ini. Jangan lagi agama menyekat rasa kemanusiaan kita," tandasnya.

Baca Juga:

"Pak Presiden, Tolong Bukakan Gerejanya!"

Momentum Kembalikan Hak Kaum Minoritas

Anak Kelompok Minoritas Rayakan dengan Sederhana

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.