Kendala Akses ke Lokasi Vaksinasi COVID-19 Kerap Dialami Lansia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kendala akses menuju lokasi vaksinasi COVID-19 rupanya kerap dialami lansia. Di sisi lain, program vaksinasi COVID-19 harus dipercepat bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan difabel.

“Vaksin dosis pertama lansia masih 26 persen, dosis kedua 18 persen. Padahal, untuk mortalitas (kematian), lebih dari setengahnya adalah lansia, kasus aktif juga sebagian besar adalah lansia,” tutur Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Alexander Ginting pada dialog Ayo Pakai Masker, Ayo Cepat Vaksin pada Selasa, 21 September 2021.

"Salah satu kendala utama yang kerap dialami lansia saat hendak melakukan vaksinasi adalah kendala akses menuju lokasi vaksinasi," katanya.

Menurut Alex, kendala serupa juga menjadi penghalang kelompok difabel yang mempunyai keterbatasan motorik dan sensorik. Oleh karena itu, ia meminta seluruh sentra vaksinasi COVID-19 dapat memberikan kemudahan akses kepada kelompok lansia, difabel, dan kelompok rentan lainnya.

"Bagi masyarakat sekitar, terutama keluarga dari kelompok rentan juga diharapkan dapat berperan aktif dalam membantu percepatan vaksinasi bagi mereka," lanjutnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Edukasi Lakukan Vaksinasi COVID-19

Warga Kelurahan Gedong melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 di Jakarta, Rabu (23/6/2021). World Health Organization mengatakan vaksin Covid-19 masih menjadi cara yang ampuh untuk memerangi varian virus corona. (merdeka.com/Imam Buhori)
Warga Kelurahan Gedong melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 di Jakarta, Rabu (23/6/2021). World Health Organization mengatakan vaksin Covid-19 masih menjadi cara yang ampuh untuk memerangi varian virus corona. (merdeka.com/Imam Buhori)

Anggota Satgas Penanganan COVID-19 Sub Bidang Mitigasi Falla Adinda juga memastikan, ketersediaan vaksin COVID-19 yang ada di Indonesia sudah mencukupi. Fokus saat ini lebih dititikberatkan pada distribusi vaksin dan edukasi publik untuk bersedia segera melakukan vaksinasi.

“Indonesia sangat terberkati, terima kasih kepada pemerintah atas upayanya dalam ketersediaan vaksin," ujarnya melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

"Kita memiliki vaksin dalam jumlah yang memadai dan berbagai merek. Tugas kita berikutnya adalah dalam hal distribusi serta menyakinkan masyarakat untuk sadar vaksinasi."

Berdasarkan data per 21 September 2021, total vaksin COVID-19 yang sudah tiba di Indonesia dalam bentuk bahan baku (bulk) maupun bentuk jadi adalah 267.550.400 dosis.

Jumlah tersebut sudah termasuk kedatangan dua tahap vaksin COVID-19 pada 21 September 2021 di Bandara Soekarno-Hatta. Pertama, vaksin tahap ke-71 berupa 5.000.000 dosis CoronaVac produksi Sinovac.

Kedua, vaksin tahap ke-72 berupa 200.000 dosis Sinopharm, yang merupakan hibah dari Red Cross of Society China melalui mekanisme bilateral. (Selengkapnya: 5 Juta Vaksin Sinovac dan 200 Ribu Sinopharm Tiba di Indonesia)

Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah

Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel