Kendala Praveen/Melati hingga Hancur di Thailand Open

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, gagal menampilkan performa menawan kala bertarung di turnamen Thailand Open I dan II. Mereka tak mampu menorehkan prestasi di dua turnamen berlevel Super 1000 tersebut.

Pada BWF World Tour Super 1000 Thailand Open jilid 1, Praveen/Melati cuma menjadi runner up setelah ditumbangkan wakil tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, di partai final.

Sementara, di jilid 2, atlet pelatnas Cipayung itu langsung tersingkir di babak pertama setelah dibekuk wakil Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue.

Evaluasi pun langsung dilakukan oleh tim pelatih ganda campuran. Diungkapkan sang pelatih, Nova Widianto, penampilan Praveen/Melati memang di bawah standar selama turnamen berlangsung.

Komunikasi pun, dikatakan Nov, tak lancar. Pun saat tertekan, mereka gampang menyerah.

"Jordan/Melati secara hasilnya tidak maksimal di dua pertandingan ini. Permainan juga kendalanya sama, masih banyak buang poin gampang, tapi yang kelihatan dari komunikasi dan greget nya kurang. Kita tidak masalahkan hasil, asal main sudah maksimal," kata Nova dikutip situs resmi PBSI.

"Cuma 2 pertandingan ini saya liat gregetnya jauh tidak seperti waktu All England. Waktu keadaan tertekan, jadi gampang menyerah. Dari segi permaianan, musuh sudah pasti mempelajari keunggulan dari permainan Jordan/Melelati dan mereka kurang siap dengan itu," lanjutnya.

Nova tak ingin mencari-cari alasan di balik performa buruk seluruh anak-anak asuhnya. Menurutnya, hasil negatif ini jadi tanggung jawab tim pelatih.

"Adnan/Mychelle target di dua turnamen ini blm tercapai. Secara permainan pun belum maksimal hampir semua pemain-pemain kita banyak mati bola-bola gampang yang tidak perlu. Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki. Target Adnan/Mychelle 8 besar, jadi target kita mereka harus tembus ngalahin pemain unggulan untuk melaju ke 8 besar dan ternyata belum berhasil," ujar Nova.

"Evaluasinya semua yg sudah kalah selama dua turnamen ini hasilnya mengecewakan, tapi ini tetap jadi tanggung jawab kita sebagai pelatih. Lama tidak bertanding dan karantina di sini tidak bisa jadi alesan karna semua pemain juga mengalami," jelas dia.

Khusus Praveen/Melati, mereka tak ikut pulang dengan skuad Merah Putih ke Indonesia pada Senin 25 Januari 2021. Mereka akan kembali beraksi mulai 27 Januari mendatang lantaran menembus BWF World Tour Finals 2021 di Thailand.