Kendaraan Anda Hilang?Coba Cek ke Polres Bogor

Bayu Nugraha, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Puluhan warga mendatangi Polres Bogor untuk mengecek kendaraan mereka yang hilang dicuri komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sebanyak 124 motor, 9 mobil, dan satu truk yang menjadi alat bukti curanmor yang diamankan oleh Polres Bogor.

"Motor saya hilang waktu dipakai sama anak ke daerah Citeureup satu bulan lalu, kita melaporkan ada CCTVnya juga," kata Siska (39) warga yang datang untuk mengambil motor di Polres Bogor, Kamis 4 Maret 2021.

Siska mengaku bersyukur motor miliknya berhasil ditemukan oleh kepolisian. Informasi kendaraannya didapat dari media sosial dan menghubungi Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena.

"Kita cari dapat info dari media sosial terus menghubungi polisi dan kita ambil sekarang," katanya.

Terkait banyaknya kendaraan yang disita Kepolisian, Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, barang bukti yang diamankan merupakan Program 100 hari kerja Kapolri dalam penanggulangan kejahatan jalanan. Sebanyak 134 barang bukti kendaraan di dapat Polres Bogor dari gasil tindak Curanmor yang terdiri 124 roda dua, 9 unit roda empat, dan satu unit unit truk.

"Kita mengamankan 60 tersangka dengan 7 (TO) Target Opreasi, 53 non TO dalam Pengungkapan perkara curanmor dan perbuatan jahat (Kejahatan Kendaraan) Jaran Lodaya 2021 selama 10 hari dari 22 Februari sampai 3 maret. Ada alat bukti senpi rakitan 2 pucuk, senjata tajam, 6 butir peluru. Ini adalah kunci T dan beberapa beberapa perlengkapan lain," kata Harun.

Dari hasil penyelidikan, Harun menjelaskan, dalam melancarkan aksinya pelaku pencurian menggunakan kunci T menyasar pertokoan dan rumah hingga pusat perbelanjaan.

"Dan ada yang mencongkel jendela malam hari dan ada yang menempel mengincar korban," katanya.

Lanjut Harun, pelaku sendiri berasal dari berbagai komplotan, mulai dari Sumatera, Palembang maupun dari Lampung. Sedangkan untuk tersangka asal Bogor melancarkan aksinya mengincar kendaraan rumah di malam hari. Dari 60 pelaku, 4 orang merupakan residivis dan 3 orang masih di bawah umur. Jika aksinya dipergoki warga, pelaku tak segan-segan menggunakan senjata api.

"Sejata rakitan dari Sindikat lampung jika sewaktu-waktu aksinya diketahui oleh masyarakat maka dia akan mengunakan senjata api ini. Dari hasil pemeriksaan sementara ini belum ada korban dari senjata ini," kata Kapolres.

Harun menegaskan, ke 60 tersangka dijerat dengan berbagai pasal pelaku pencurian dengan pemberatan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara, pelaku perampasan dan kekerasan dijerat 365 KUHP dengan ancaman 9 tahun. Dan penadah dijerat pasal 480 KUHP dan 481 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Baca juga: Modus Incar Nasabah, Kawanan Rampok Bengis Bersenpi Diciduk Polisi