Kendaraan Listrik Jadi Solusi Tekan Subsidi BBM

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) para Menteri diminta untuk mengurangi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM), dan dialihkan untuk mengembangkan kendaraan listrik di tanah air.

Pengalihan anggaran tersebut guna mencapai komitmen Indonesia menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen secara mandiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030, kemudian mencapai target net zero emission paling lambat 2060.

"Kami diperintahkan presiden menghitung semua yang bisa kita kurangi dari penggunaan-penggunaan bensin itu," kata Luhut dalam peluncuran tampilan baru armada Kendaraan Listrik Grab, yang bernama GrabElectric, di Jakarta, Selasa (12/7).

Luhut menjelaskan, saat ini Pemerintah memperkirakan besaran subsidi BBM untuk mobil sebesar Rp19,2 juta per tahun per mobil. Sementara, untuk motor besaran subsidi diperkirakan Rp3,7 juta per motor per tahun.

Kendati begitu, angka tersebut merupakan biaya yang masih akan dihitung ulang dan dikurangi. Maka, pihaknya serta kementerian terkait akan terus berkoordinasi dengan PT Pertamina, agar BBM subsidi ini betul-betul hanya bisa dinikmati oleh yang berhak atau sesuai sasaran.

"Jadi, bayangin kalau ada motor sekarang 136 juta unit, ya hitung saja subsidinya berapa," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Pemerintah telah menambah anggaran subsidi energi dan kompensasi mencapai Rp520 triliun untuk tahun 2022 dari sebelumnya Rp443 triliun.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel