Kendaraan Listrik Masih Terkendala untuk Perjalanan Jauh, Apa Solusinya?

Merdeka.com - Merdeka.com - Akademisi Teknik Sipil sekaligus pakar transportasi, Djoko Setijowarno mengingatkan pemerintah agar euforia kendaraan listrik tidak berhenti usai perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Dia mendorong infrastruktur ekosistem kendaraan listrik terus dikebut.

Berdasarkan studi rangkaian pawai kendaraan listrik Jakarta-Bali, terdapat catatan yang intinya kendaraan listrik saat ini masih terkendala untuk perjalanan jauh. Hal ini disebabkan minimnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Jarak pawai kendaraan listrik Jakarta-Bali yaitu 1.250 kilometer dan ditempuh dalam 4 hari. Selama perjalanan, berhenti di tujuh lokasi untuk melakukan pengisian baterai; rest area 207 A Cirebon, Semarang, Solo, rest area 626 A Madiun, Surabaya, Jember dan Bali.

"Kendaraan listrik untuk perjalanan jarak jauh masih terkendala karena terbatasnya penyedian insfrastruktur SPKLU," ujar Djoko, Sabtu (19/11).

Untuk sementara waktu, Djoko menilai mobilitas kendaraan listrik masih lebih tepat di perkotaan, dengan syarat SPKLU sudah tersedia di tempat strategis.

Dia menuturkan, jika infrastruktur untuk kendaraan listrik berjalan lambat, maka nasib yang akan dihadapi akan sama seperti kendaraan berbahan bakar gas.

"Bercermin dari program penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) yang gagal karena minimnya SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas). Hal yang sama jangan sampai terulang kembali jika menganggap kendaraan listrik akan menjadi sarana transportasi di masa depan," tutupnya. [idr]