Kento Momota Tumbang di Olimpiade, Ini Kata Jonatan Christie

·Bacaan 1 menit

VIVA – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie menanggapi tumbangnya pebulutangkis nomor satu dunia, Kento Momota di fase grup Olimpiade 2020 Tokyo.

Ya, sejumlah kejutan memang terjadi di cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo. Setidaknya empat unggulan harus gagal lolos ke babak 16 besar karena kalah dari para non unggulan.

Kejutan dimulai ketika Kevin Gordon asal Guatemala sukses menyingkirkan unggulan delapan, Ng Ka Long Angus dari Hong Kong di grup C. Dilanjutkan kekalahan Sai Praneeth (India) yang menempati unggulan 13 oleh Mark Caljouw (Belanda) di grup D.

Kejutan berlanjut di grup K, unggulan 14 Kantaphon Wangcharoen dari Thailand harus bertekuk lutut kepada Toby Penty, pebulutangkis Inggris Raya.

Dan yang paling menyita perhatian adalah terhentinya pebulutangkis nomor satu dunia andalan tuan rumah, Kento Momota. Dia harus mengakui keunggulan Kwang Hee Hoo asal Korea yang akhirnya lolos ke 16 besar dari grup A.

Jonatan menyebut, selain pertarungan teknik, mental pun diadu pada pertandingan Olimpiade. Sehingga, apapun bisa terjadi, termasuk banyaknya raksasa bulutangkis yang bertumbangan.

"Olimpiade itu memang semua diadu di sini, termasuk mental dan pikiran jadi ya memang semua bisa terjadi," kata Jojo, dikutip laman resmi PBSI.

Jojo yang saat ini berada di peringkat 7 dunia pun tak mau nasib sial seperti para unggulan terjadi padanya. Fenomena ini akan ia jadikan pengingat diri untuk tampil lebih maksimal lagi.

"Persaingan saya rasa sama saja, tidak berubah. Ini saya jadikan semacam alarm saja untuk saya lebih siap dan fokus di pertandingan berikutnya," tegasnya.

Jojo akan menantang juara grup H, Shi Yu Qi asal China pada babak 16 besar Kamis sore WIB, 29 Juli 2021.

Jojo sebelumnya harus memeras keringat lebih banyak untuk memastikan diri lolos dari grup G usai bermain rubber game melawan pebulutangkis Singapura, Loh Kean Yew, dengan skor 22-20, 13-21, 21-18.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel