Kepada Siapa Makanan Sitaan Pihak Bandara Diberikan? Ini Jawabannya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Banyak orang mengalami hal tak menyenangkan saat hendak bepergian dengan pesawat.

Salah satunya harus berhadapan dengan petugas di bandara. Pasalnya, ada aturan tidak boleh membawa makanan dan minuman ke dalam cabin. Sehingga, makanan yang kita bawa tersebut secara terpaksa harus kita serahkan sebagai barang yang disita.

Meski demikian, penolakan ini bisa kita hindari jika kita mempelajari peraturan keamanan pangan sebelumnya.

Berikut adalah sejumlah nasib bagi makanan yang tidak diizinkan masuk ke dalam pesawat, dikutip dari laman Brightside.me, untuk berita terkini, Kamis (25/2/2021).

Disumbangkan

Ilustrasi makanan pendamping di kuliner Korea Selatan. (dok. pexels/Vicky Tran)
Ilustrasi makanan pendamping di kuliner Korea Selatan. (dok. pexels/Vicky Tran)

Makanan yang disita di bea cukai biasanya dibuang dengan beberapa cara. Namun, untuk menghindari pemborosan makanan yang sangat enak, bandara dapat menyumbangkannya ke bank makanan.

Masuk ke Penggilingan

Ilustrasi makanan. (dok. Ella Olsson/Pexels.com)
Ilustrasi makanan. (dok. Ella Olsson/Pexels.com)

Dalam kebanyakan kasus, makanan disita di bea cukai untuk mencegah penyebaran penyakit bawaan makanan tertentu, yang mungkin berbahaya bagi tumbuhan atau bahkan hewan dari negara tersebut.

Buah-buahan dan sayuran sering kali dibuang dan digiling untuk mencegah serangga dan virus memasuki wilayah asing secara tidak sengaja.

Dibakar

Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden)
Ilustrasi Kebakaran. (Freepik/ArthurHidden)

Jika makanan yang disita tidak cocok untuk digiling atau dapat membawa wabah penyakit hingga serangga, metode pembuangan lain yang lebih efektif kemungkinan akan digunakan.

Pegawai bea cukai menganggap insinerasi sebagai pilihan yang benar-benar layak. Beberapa kasus telah dilaporkan di mana chestnut dibakar secara langsung untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit bawaan makanan.

Reporter: Lianna Leticia