Kepala Bappenas kunjungi titik nol pembangunan IKN di Kaltim

Budi Suyanto
·Bacaan 1 menit

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa bersama Juru Bicara Presiden RI Fadjroel Rachman dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor berkunjung ke titik nol pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dan titik lokasi Istana Negara pada Senin.

Suharso mengatakan kunjungan ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Penajam, Paser Utara ini juga bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-74 Kementerian PPN/Bappenas.

"Hal ini dapat menjadi simbol bahwa Kementerian PPN/Bappenas tetaplah sebagai lembaga perencana pembangunan nasional yang memiliki akar kuat dan ibaratkan sebuah fondasi yang menghunjam ke bumi, ke IKN baru ini, Insyaallah yang tetap pada prinsip, nilai-nilai dasar, nilai-nilai luhur, integritas, serta kematangan pengalaman," katanya.

Baca juga: Pengamat sarankan Pemerintah amankan harga tanah IKN bagi rumah rakyat

Suharso mengatakan pembangunan fisik tahap awal atau soft groundbreaking di KIPP akan dilakukan setelah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara yang telah tercantum di dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021.

“Kita juga menatap ke depan dengan gagasan-gagasan baru yang menjadi modal kita mewujudkan cita-cita bangsa, Indonesia maju. Sekali lagi, bersama generasi tua dan muda, dan semua pemangku kepentingan untuk kepentingan nasional, saya mengajak kita bergandengan tangan, menyingsingkan lengan, bekerja untuk Indonesia tercinta," ujarnya.

Persiapan pemindahan IKN telah tercakup dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, meliputi pembangunan fasilitas penyelenggaraan pemerintahan di IKN yang baru serta aktivitas pembangkit kegiatan ekonomi bagi IKN dan sekitarnya.

Baca juga: Bappenas targetkan RUU IKN dibahas pada Mei, setelah DPR reses

Persiapan itu telah disesuaikan dengan program vaksinasi nasional yang dilakukan secara bertahap, dengan target 181.550.000 jiwa untuk mencapai herd immunity. Pembangunan tersebut juga dirancang sebagai salah satu strategi pemulihan ekonomi nasional usai pandemi.

Berdasarkan tahapan IKN, pembangunan kawasan akan dilakukan hingga 2024 yang mencakup pembangunan KIPP dengan sarana dan prasarana pendukungnya.