Kepala Bayi Faisal Keluarkan 250 Belatung

Pekanbaru ANTARA) - Tim medis di Rumah Sakit `Arifin Ahmad` Pekanbaru, Riau, berhasil mengeluarkan sebanyak 250 belatung dari kepala bayi malang Faisal, (1,5), yang menderita pembusukan di bagian ubun-ubunnya.

"Di hari pertama ada sekitar 200 belatung yang dikeluarkan oleh dokter. Sedang di hari kedua 20 belatung, hari ketiga dan keempat sekitar 30 belatung lagi," tutur Suryadi, orangtua bayi itu kepada ANTARA, di Pekanbaru, Selasa.

Sesudah tindakan medis itu, warga Desa Tani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, ini boleh mulai merasa legah.

"Aalhamdulillah sekarang sudah kering dan tidak membusuk lagi seperti kemarin-kemarin," kata Suryadi.

Dari pantauan ANTARA, sesudah menjalani `pengurasan` atas bagian yang mengalami pembusukan di kepalanya, kondisi bayi Faisal, buah hati dari Suryadi dan Ngaini ini mulai membaik.

"Keadaannya membaik, dan kondisi lukanya yang membusuk juga sudah mulai mengering. Lobang lukanya juga sudah mengering dan tidak berair lagi," ungkap Suryadi.

Kendati begitu, ia mengaku sangat terpukul sekali dengan kondisi bayinya yang malang ini.

"Saya bingung dengan penyakit ini, dan tak tahu bagaimana caranya mengatasinya", kata Suryadi yang pekerjaannya hanyalah buruh kasar di lahan perkebunan milik orang.

Ia juga mengaku kelabakan ketika didesak membawa bayi tercintanya ke rumah sakit untuk diobati.

"Maklum, yang namanya penghasilan keluarga saya kan dalam sebulan cuma sejuta. Itu untuk membiayai seluruh biaya kehidupan keluarga, termasuk makan dan kebutuhan segalanya," ujarnya.

Tetapi kemudian ia pun mengaku tertolong dengan adanya Program Jamkesda dari pemerintah yang membantu pembiayaan pengobatan anak mereka.

"Untunglah ada program Jamkesda. Kami sangat terbantu. Kalau tidak itu, mungkin saya hanya bisa `ngasih obat-obatan dari kampung saja," tuturnya.

Saat ini berita ini dibuat, bayi malang tersebut masih terbaring lemas di RSUD Arifin Ahmad, dan terus menjalani perawatan usai dioperasi pada hari Senin (28/11) kemarin.

Keluarga Suryadi berharap agar secepatnya bayi mereka bisa sembuh dan kembali secepatnya ke kampung halamannya di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

"Mudah-mudahan cepat sembuh dan normal kembali seperti bayi-bayi lainnya, dan kami juga bisa bekerja mencari nafkah di kampung," demikian Suryadi.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.