Kepala BKKBN raih penghargaan POGI atas keberhasilan terapkan kespro

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo telah meraih penghargaan dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) atas keberhasilannya menerapkan kesehatan reproduksi (kespro) pada masyarakat.

“Suatu kehormatan bagi saya menerima Honorary Award sebagai kepala daerah dan Kepala BKKBN RI dalam menyukseskan kesehatan reproduksi di Indonesia,” kata Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

Penghargaan yang bernama Honorary Award dari POGI itu diberikan kepada Kepala BKKBN, dalam Kongres Obstetri dan Ginekologi Indonesia (KOGI) XVIII di Kota Pekanbaru, Riau pada Senin (25/07).

POGI menilai Hasto Wardoyo berhasil menyukseskan penerapan kesehatan reproduksi melalui program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana dalam kepemimpinannya di BKKBN.

Baca juga: Hasto Wardoyo sebut Riau bisa turunkan stunting jadi 14 persen

Penerapan kesehatan reproduksi kepada masyarakat, juga berhasil ia terapkan pada saat menjabat sebagai Bupati Kulon Progo, DI Yogyakarta selama periode 2011-2016 dan 2016-2019.

Dalam kesempatan itu, Hasto turut menekankan bahwa mempersiapkan generasi unggul harus dimulai sejak usia muda, sehingga penting bagi seorang anak untuk memahami kesehatan reproduksi sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kekerdilan pada anak (stunting).

Selain kesehatan reproduksi yang ditanamkan sejak usia muda, pemeriksaan kondisi kesehatan bagi calon ibu juga penting dilakukan agar berbagai risiko dapat dihindari dan ibu mendapat penanganan lebih awal.

“Generasi muda harus disiapkan betul agar anaknya tidak Stunting. Oleh karena itu penting untuk mengukur lingkar lengan atas, panjang badan, berat badan, dan mengetahui berapa HB calon pengantin,” ujar Hasto.

Dalam acara tersebut, POGI turut memberikan penghargaan kepada dr. Muhammad Nur, Sp. OG dan dr. Nurdadi Saleh, Sp.OG serta dr. Muhammad Ilyas Angsar, Sp. OG. yang telah berdedikasi dan menjadi pelopor penggerak dalam upaya advokasi pengayoman bagi anggota POGI lainnya.

POGI sendiri merupakan satu-satunya organisasi profesi yang menghimpun para dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang ada di Indonesia.

Baca juga: BKKBN: Pemutakhiran PK21 sesuai prioritas wilayah kemiskinan ekstrem

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel