Kepala BKPM Ajak Perusahaan China Bangun Industri Smelter di Papua

Daurina Lestari, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan China, ENFI Engineering Corporation, tentang pembangunan proyek peleburan (smelter) tembaga.

Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia mengatakan, Memorandum of Understanding (MoU) terkait itu telah ditandatanganinya kemarin bersama President ENFI Liu Cheng.

Bahlil menyambut baik dan mengapresiasi China ENFI atas minat investasinya di industri smelter tembaga yang rencananya akan dibangun di Fakfak, Papua Barat. Bahlil berharap penandatanganan nota kesepahaman ini segera ditindaklanjuti untuk menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan. Dia meminta supaya proses investasi cepat dilakukan.

“Setelah nota kesepahaman ini ditandatangani, saya minta kita tidak lama-lama proses implementasi,” ujar Bahlil seperti dikutip dari siaran persnya, melalui siaran persnya, Selasa, 13 April 2021.

Selain itu, Bahlil juga menyatakan keseriusan pemerintah Indonesia dalam mendukung rencana investasi tersebut, dan menjamin ketersediaan suplai bahan baku yang akan disediakan oleh PT Freeport Indonesia.

PT Freeport Indonesia dipastikannya akan memasok bahan baku bagi China ENFI minimal 800.000 ton/ tahun. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta hubungan industrial di Indonesia untuk menciptakan nilai tambah.

"Nanti urusan perizinan dan insentif fiskal, BKPM yang akan bantu, selama proposal dari China ENFI adalah yang terbaik dan menguntungkan Freeport, China ENFI, dan Indonesia," papar Bahlil.

Kebijakan peningkatan nilai tambah mineral dalam negeri merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

UU ini bertujuan agar dapat memberikan nilai ekonomi bagi negara, menciptakan industri hulu baru sebagai pemasok bahan baku industri, menyediakan rantai pasok mineral, meningkatkan devisa, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menindaklanjuti nota kesepahaman ini, selanjutnya akan dibentuk tim kecil dari pihak pemerintah Indonesia dan China ENFI. China ENFI akan mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat untuk melakukan pembahasan teknis atas kelanjutan proyek.

ENFI merupakan perusahaan milik negara di Beijing, Republik Rakyat Cina, dan merupakan anak perusahaan dari MCC Group dalam usaha penyediaan teknologi smelter, pembangunan industri smelter, khususnya tembaga, nikel, aluminium, dan logam non besi lainnya.

Kapasitas peleburan tembaga yaitu Katoda Tembaga 400.000 ton per tahun yang akan dibagi menjadi dua tahap. Dalam proyek ini, perusahaan akan melibatkan perusahaan lokal Indonesia sebagai mitra strategis, yaitu PT Freeport Indonesia dan MIND ID.