Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Mengaku Dosa Pernah Hambat Investasi

Liputan6.com, Jakarta - Sejak diangkat sebagai Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan telah mewakafkan diri untuk menghapus nepotisme yang mengganjal proses investasi. Dia mengaku saat menjadi pengusaha dulu pernah berbuat dosa menghambat investasi dalam pembebasan lahan bersengketa.

"Namanya saya mantan pengusaha itu kan biar kecil-kecil ada lah potensi dosa-dosa itu," kata Bahlil di Wisma Antara, Jakarta, Selasa (3/2/2020).

Sebagai pejabat negara, saat ini Bahlil harus berhadapan dengan para mafia tanah dalam sengketa lahan. Bahlil menyebut mereka dengan hantu lapangan.

Mengatasi mereka, kata mantan Ketua HIPMI ini tidak bisa diselesaikan dengan aturan. Bahkan memang tidak ada ilmunya. Cara yang dilakukan selama ini dengan menggunakan intuisi dan chemistry-nya sebagai pengusaha.

"Orang yang enggak pernah di lapangan dengan pernah di lapangan itu beda dan itu enggak ada teorinya, cuma intuisi," ungkap Bahlil Lahadalia.

 

Sudah Diselesaikan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Namun, dia meyakini para pengusaha akan berlaku baik jika difasilitasi dengan baik. Selama terjalin komunikasi yang baik pengusaha pun bisa diajak bekerja sama.

"Pengusaha baik, selama kita fair dengan mereka. Insya allah akan baik-baik semua," katanya.

Kasus investasi yang berhasil diselesaikan diantaranya, investasi Lotte Chemical di Cilegon, Banten yang nilai investasi 61,2 triliun Terjadi sengketa lahan antara Krakatau Steel, Candra Asih, Pemda Cilegon dan Pengusaha Lokal.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: