Kepala BNN Beri Peringatan Tegas Wisatawan Asing: Bali Bukan 'Safe Haven' Narkotika

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Petrus Reinhard Golose memberi peringatan tegas kepada wisatawan mancanegara (Wisman) yang berkunjung ke Pulau Bali. Bali bukan tempat yang aman atau safe haven untuk pengguna narkotika.

"Saya ingatkan, Bali tidak boleh setelah terbuka (untuk wisman) dan sekarang dalam proses kita menerima turis, tidak boleh jadi safe haven dari para penyalahgunaan narkotika ataupun drug traffickers (pengedar narkotika)," kata Petrus, saat ditemui di Auditorium Widyasaba, Kampus Universitas Udayana, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (19/20).

Bali bukan cuma the island of God (Pulau Dewata) dan island of tolerance (tempat penuh toleransi). Bali juga island of zero tolerance of drug abuse. Alias pulau yang tidak menoleransi penyalahgunaan narkotika.

"Kami nyatakan (Bali) island of zero tolerance of drug abuse," tegasnya.

Bali Tidak Toleransi Narkoba

Sebagai bentuk tidak ada toleransi untuk narkotika, BNN telah bekerja sama dengan organisasi kriminal lintas negara.

"Kenapa transnational, kita tahu bersama kita bukan produksi selain ganja (atau) cannabis sativa. Tapi, banyak untuk sintetik drugs berasal dari golden triangle dan golden crescent. Kita menyatakan juga berkerja sama antar negara, G to G dengan negara," ungkapnya.

Bali tidak boleh menjadi destinasi bagi turis untuk menggunakan narkotika.

"Saya, memperingatkan kepada para pengedar narkotika bahwa tidak ada toleransi bagi mereka jika ingin memperluas bisnis (narkotika) di Bali," tegasnya. [noe]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel