Kepala BNP2TKI Akhiri Safari Ramadhan

Tangerang (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat, mengakhiri Safari Ramadhan 24 Juli - 3 Juli 2012 ke empat provinsi di Sumatera.

"Saya akan menyurati Presiden dengan tembusan ke Wapres dan para menteri terkait untuk pembahasan peraturan pengelolaan TKI di perbatasan," kata Jumhur.

Dari Safari Ramadhan V bertema "Sinergitas Pelayanan TKI Di Perbatasan", Jumhur mengaku banyak mendapat masukan berharga dan menemukan beragam permasalahan penempatan TKI ke luar negeri yang ada di pelabuhan di perbatasan.

Ia mengatakan pemerintah sedang menyiapkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengelolaan TKI di perbatasan untuk meningkatkan pengaturan dan pelayanan TKI.

Permasalahan umum yang terjadi antara lain banyak calon TKI berangkat dengan paspor umum dengan dalih melancong lalu di tengah perjalanan mereka bertemu atau dihubungi kalangan tekong atau agen tenaga kerja untuk bekerja.

"Di pelabuhan perbatasan seperti di Tanjungbalai, Teluk Nibung, Batam, atau Tanjungpinang banyak calon TKI yang berangkat ke luar negeri tanpa kartu tenaga kerja luar negeri," paparnya.

Untuk itu BNP2TKI membuka Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) di perbatasan seperti di Tanjungbalai, Aceh Tamiang, Batam, Tanjungpinang untuk mendekatkan kepada masyarakat dalam pelayanan TKI.

Kepala BNP2TKI mengakhiri Safari Ramadhan dengan meninjau pelayanan penerbitan dan validasi kartu tenaga kerja luar negeri (KTKLN) di Bandara Soekarno-Hatta dan Balai Pelayanan Kepulangan TKI di Selapajang, Tangerang. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.