Kepala BNPB Minta Warga Waspadai Ancaman Bencana Hidrometeorologi

·Bacaan 1 menit
Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan, upaya pelestarian alam di Telaga Saat mampu jadi inspirasi bagi daerah lainnya saat kunjungan di Telaga Saat, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10/2020). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)
Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan, upaya pelestarian alam di Telaga Saat mampu jadi inspirasi bagi daerah lainnya saat kunjungan di Telaga Saat, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10/2020). (Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengimbau masyarakat untuk waspada dan siap siaga akan ancaman bencana hidrometeorologi yang berpotensi menerjang Indonesia.

Ia mengingatkan warga yang rumahnya berada di kemiringan lebih dari 30 persen atau rawan longsor untuk lebih berhati-hati. Salah satu pemicu yang patut diwaspadai apabila terjadi curah hujan lebat dengan durasi lama.

Doni meminta agar masyarakat mengikuti perkembangan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Ikuti terus info BMKG," ujar Doni yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui keterangan tertulis, Minggu (1/11/2020).

Doni juga meminta warga untuk mengantisipasi pohon yang mudah tumbang atau patah batangnya. Sehingga masyarakat diminta tak berada di bawah pohon seperti itu.

"Serta waspadai tiang listrik yang korsleting dan roboh tertimpa pohon," pesannya.

Di samping itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati memilih tempat berlindung saat di tengah jalan terjebak hujan deras. Hindari tempat berlindung di bawah pohon maupun papan baliho.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Bencana Banjir Tertinggi

Data BNPB dari awal Januari hingga 31 Oktober 2020, bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian bencana di Tanah Air. Hingga akhir Oktober 2020, total bencana alam berjumlah 2.401 kejadian.

Jenis bencana alam tertinggi yakni banjir dengan 865 kejadian, sedangkan kejadian lainnya puting beliung 690, tanah longsor 447, kebakaran hutan dan lahan 321 gelombang pasang atau abrasi 29, kekeringan 29, gempa bumi 5 dan letusan gunung api 5.

Dari sejumlah kejadian tersebut, jumlah korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi mencapai 319 jiwa meninggal dunia, dengan rincian banjir 205 jiwa, tanah longsor 101 dan puting beliung 13, sedangkan 25 jiwa dinyatakan hilang.

Saksikan video pilihan di bawah ini: