Kepala BNPB Sebut Banjir di Sintang Belum Surut Sepenuhnya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto menyatakan kondisi banjir di Sintang hingga saat ini belum sepenuhnya surut mengingat rata-rata ketinggian banjir masih 80 sentimeter.

"Kondisi terakhir air sudah mulai surut, walaupun belum tuntas, sekarang rata-rata masih 80 sentimeter," kata Mayjen TNI Suharyanto, ketika meninjau kondisi banjir di Sintang, Kalimantan Barat, Sabtu (20/11/2021).

Dia melihat langkah-langkah yang diambil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang dalam penanganan banjir sudah strategis dan betul.

Menurut dia, penanganan banjir baik tingkat pusat dan provinsi juga sudah dilaksanakan, bantuan kebutuhan dasar, pengungsi, kesehatan, alat peralatan sudah bisa dioperasionalkan dan sudah diterima.

"Kami datang untuk memastikan itu dan tadi pun kebutuhan yang masih diperlukan untuk penanganan selanjutnya akan segera diberikan, itu jangka pendek," ucap Suharyanto seperti dikutip Antara.

Sedangkan untuk jangka menengah dan panjang, kata dia, akan dirumuskan langkah-langkah untuk menindaklanjuti di daerah hulu, penanganan tidak sampai di situ saja, penanganan akan terus dilaksanakan agar kejadian banjir seperti itu tidak terulang.

Dikatakan Suharyanto, kondisi pengungsi secara fisik serba keterbatasan, tetapi jika dilihat dapur umum, tempat penampungan untuk tingkat pengungsi relatif memadai, logistik cukup, tenaga kesehatan lengkap dan banyak relawan ada pemerintah daerah dan pusat juga yang turun.

"Kami juga tadi menyerahkan bantuan untuk terselenggaranya keberlanjutan logistik para pengungsi, dari pancaran sinar mata dialog, mereka secara mental tidak mengalami kesedihan yang mendalam, banyak yang bercanda dan tertawa-tawa, itu kondisi di Sintang," kata Suharyanto.

Tinjau Banjir Palangkaraya

Usai melihat kondisi perkembangan banjir di Sintang Kalimantan Barat, Suharyanto juga akan melihat kondisi banjir yang terjadi di Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel