Kepala BNPB sidak tiga hotel karantina pelaku perjalanan luar negeri

·Bacaan 1 menit

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto melalukan inspeksi mendadak (sidak) tiga hotel karantina guna memantau kesiapan menampung pelaku perjalanan luar negeri di DKI Jakarta.

“Kami mengharapkan fasilitas hotel ini telah siap sebagai tempat karantina para pelaku perjalanan luar negeri,” ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Sidak dilakukan pada Selasa (4/1), pukul 20.00 WIB, dia dua lokasi di Jakarta Pusat yakni Arya Duta dan Hotel Grand Mercure, serta Jakarta Selatan di Holiday Inn Matraman.

Sidak tersebut menyasar kesiapan registrasi penerimaan pelaku perjalanan luar negeri hingga peninjauan fasilitas pendukung pada tempat karantina.

Baca juga: Belasan ribu anggota Satgas Relawan COVID-19 terima donasi Jamsostek

Baca juga: Pemprov Kepri pastikan data COVID-19 BNPB keliru

Kepala BNPB yang sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional juga menyampaikan terima kasih kepada para petugas yang bekerja pada hotel-hotel tersebut.

Sebelumnya jelang akhir tahun 2021, Suharyanto telah meninjau kesiapan fasilitas karantina di DKI Jakarta untuk mengantisipasi adanya penambahan kebutuhan tempat karantina kepada pekerja migran Indonesia (PMI) atau pelaku perjalanan luar negeri.

Fasilitas karantina tersebut yaitu Rusun Nagrak di Jakarta Utara, Rusun Daan Mogot di Jakarta Barat dan Wisma Lembaga Mutu Pendidikan DKI Jakarta di Jakarta Selatan.

Data BNPB pada hari ini, 4 Januari 2021, pukul 18.00 WIB, total pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang berada di fasilitas RSDC Kemayoran, Wisma Pademangan, Rusun Pasar Rumput dan Rusun Nagrak berjumlah 14.217 orang. Total persentase keterisian tempat tidur pada empat fasilitas ini sebesar 74,92 persen.*

Baca juga: Rusun Nagrak siap dipakai untuk karantina PMI Senin pekan depan

Baca juga: Satgas keluarkan SE untuk perkuat Inmendagri Nomor 62/2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel