Kepala BNPB tinjau lokasi terdampak gempa bumi Banten

·Bacaan 2 menit

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melakukan peninjauan di lokasi terdampak gempa bumi Magnitudo 6,6 di Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Sabtu, peninjauan tersebut dilakukan Suharyanto setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja di tiga tempat, yakni Bali, Banyuwangi dan Lumajang sejak Kamis (12/1), dengan agenda penguatan sarana, prasarana dan kesiapan Bali-Banyuwangi dalam mengantisipasi COVID-19 varian Omicron serta mendampingi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dalam peninjauan hunian sementara (huntara) bagi para korban terdampak erupsi gunung api Semeru di Kabupaten Lumajang.


Setelah mendarat di Jakarta dari rangkaian kunjungan kerja tersebut, Kepala BNPB didampingi Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Jarwansyah, Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Zaherman Muabezi, beserta rombongan lain langsung menuju Kabupaten Pandeglang menempuh jalur darat.

Baca juga: 33 kali gempa susulan terjadi setelah gempa Banten
Baca juga: Gubernur Banten siap tetapkan kondisi luar biasa darurat bencana

Pada peninjauan tersebut, Kepala BNPB dijadwalkan untuk melihat perkembangan situasi dan kondisi terkini sekaligus memberikan arahan langsung dalam penanganan darurat gempa bumi.

Di samping itu, Kepala BNPB juga akan menyerahkan dukungan berupa logistik dan peralatan kepada pemerintah Kabupaten Pandeglang guna meringankan beban warga terdampak dan membantu percepatan penanganan darurat gempa bumi. Adapun beberapa dukungan tersebut meliputi tiga set tenda pengungsi, 300 selimut, 5.000 masker KF94, 500 paket perlengkapan keluarga dan permakanan.

Sebelumnya, 2 jam setelah terjadinya gempa bumi, Suharyanto telah memerintahkan jajaran BNPB untuk turun langsung ke lokasi terdampak guna kaji cepat dan memberikan pendampingan lebih lanjut kepada pemerintah daerah. Instruksi itu segera ditindaklanjuti oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB dan Tim Penanganan Darurat beserta Tim Logistik dan Peralatan BNPB.

Baca juga: Pemprov Banten salurkan bantuan logistik awal korban terdampak gempa
Baca juga: 1.231 rumah di Banten rusak akibat gempa
Baca juga: Megathrust Selat Sunda zona seismik gap yang patut diwaspadai

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel