Kepala BNPT: Pagu anggaran tahun 2023 sebesar Rp431 miliar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar menjelaskan pagu anggaran lembaganya pada tahun 2023 sebesar Rp431,16 miliar.

"Anggaran itu dipergunakan untuk penanggulangan terorisme bidang pencegahan, bidang penindakan, bidang kerja sama internasional dan dukungan manajemen," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan program penanggulangan terorisme bidang pencegahan di antaranya pengawasan terhadap potensi tindak pidana terorisme, kontra radikalisme, forum koordinasi pencegahan terorisme (FKPT).

Kemudian, penguatan penanggulangan terorisme dan pencegahan ekstrimisme berbasis kekerasan, pelindungan terhadap objek vital strategis dan sistem transportasi, pengamanan terhadap fasilitas publik dari tindak pidana terorisme.

Selain itu, pemulihan korban tindak pidana terorisme, deradikalisasi dalam dan luar lembaga pemasyarakatan serta deradikalisasi khusus bina dalam lapas teroris.

Baca juga: Ahmad Sahroni minta BNPT tak pinjam dana luar negeri

Baca juga: BNPT: Pelestarian adat budaya efektif cegah terorisme

Selanjutnya, program penanggulangan terorisme bidang penindakan di antaranya operasi intelijen jaringan terorisme, operasi pengendalian krisis, intelijen siber dan teknologi informasi.

Kemudian, kegiatan kesiapsiagaan nasional, pembinaan aparat pemerintah dalam menghadapi tindak pidana terorisme, pengembangan kebijakan sistem operasi dalam menghadapi tindak pidana terorisme, kasus tindak pidana terorisme yang berkekuatan hukum tetap dan perlindungan aparat penegak hukum dalam menghadapi tindak pidana

Untuk program penanggulangan terorisme bidang kerja sama internasional di antaranya pelaksanaan kerja sama bilateral dalam penanggulangan terorisme, pelaksanaan kerja sama regional dan multilateral dalam penanggulangan terorisme.

Selanjutnya, partisipasi aktif BNPT di forum penanggulangan terorisme internasional serta penguatan perangkat hukum internasional dan perlindungan WNI dan BHI dari ancaman terorisme luar negeri, paparnya.