Kepala BPIP: Tidak Hanya Kesehatan, Olah Raga Seni Diplomasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi mengajak masyarakat, khususnya anggota Kopassus untuk menggelorakan kembali olahraga setelah kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia membaik.

Hal itu disampaikan dalam acara olahraga bersama dengan Kopassus di Gedung Nanggala Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (21/6).

Bukan hanya sebagai pendorong kesehatan jasmani, kata dia, olahraga juga dimanfaatkan sebagai seni diplomasi, pembentukan identitas dan budaya bangsa.

"Presiden Soekarno dengan semangat nasionalisme berani menentang hegemoni Barat melalui arena olahraga. Di Asian Games 2018, Presiden Jokowi juga sukses memperkenalkan tari-tarian Nusantara," katanya.

Yudian berharap pula spirit olahraga bisa meningkatkan solidaritas, kerjasama, dan kreativitas pihaknya dengan Kopassus dalam penanaman nilai-nilai Pancasila.

Di tempat yang sama, Wakil Danjen Kopassus Brigjen TNI Deddy Suryadi mengapresiasi semangat silaturahmi dan olahraga bareng BPIP.

"Kami berharap acara silaturahmi ke depan pada bidang lain yang lebih bermanfaat bagi keutuhan NKRI. Menanamkan nilai Pancasila pada generasi muda khususnya di keluarga besar Kopassus. Ini komitmen demi tegaknya kesatuan Republik Indonesia," ucap Deddy mewakili Danjen Kopassus Mayjen TNI Iwan Setiawan.

Usai pembacaan sambutan dan foto bersama, jajaran BPIP dan Kopassus melakukan senam bersama dan berbagai cabang olahraga. Memakai kostum olahraga, mereka tampak ceria dan energik. Hadir pula antara lain Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Mayjen TNI (Pur) Wisnu Bawa Tenaya, Wakil Kepala BPIP Karjono, Sestama BPIP Adhianti serta ratusan jajaran lain dan prajurit Kopassus.

Usai senam bareng dan ramah tamah, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon di Lapangan Gatot serta fun shooting di Lapangan Tembak IGP Danny Nugraha Karya. [hrs]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel