Kepala BRIN: Dewan Pengarah untuk Mempermudah Koordinasi Antar Lembaga

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini melantik sepuluh dewan pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoro mengatakan, dewan pengarah sesuai undang-undang mempunyai peran besar.

"Ini sesuai amanat Perpres 78 2021, diturunkan dari Undang-Undang 11 tahun 2019, adalah dewan pengarah bertugas memberi arahan dan panduan dalam konteks scoop yang lebih besar kepada saya kepala BRIN," kata Laksana di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Dia menuturkan, pembentukan BRIN dengan komposisi dewan pengarah, pada prinsipnya bertujuan menghilangkan kendala fundamental seperti SDM, infrastruktur dan anggaran.

"Kami mulai eksekusi, satu September lalu kita eksekusi lima lembaga riset utama, Kemristek, BPPT, BATAN, LAPN dan LIPI. Untuk diintegrasi ke dalam BRIN. Dari situ saja kita sudah mampu mengumpulkan sumber daya yang luar biasa besar," jelas Laksana.

Laksana menambahkan, BRIN ke depan juga akan melakukan berbagai kerjasama dengan unit litbang di berbagai kementerian dan lembaga lainnya.

"Di dalam Dewan Pengarah ada Menkeu dan Kepala Bappenas. Tujuannya untuk mengonsolidasikan program program karema riset kan lintas lembaga," kata dia.

Mengoptimalkan BRIN

Laksana berharap, Dewan Pengarah dapat terus mengoptimalkan program yang dimiliki BRIN saat ini. Sehingga anggaran secara keseluruhan bisa lebih efisien saat eksekusinya.

"Karena Dewan Pengarah kan tidak lakukan riset. Tidak masuk ranah eksekusi, itu jadi tanggung jawab saya. Tapi saya tentu perlu dukungan karena sebagaimana diketahui (BRIN) mengumpulkan semua unit riset semua kementerian," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel