Kepala BSSN sebut Masih Telusuri Motif Bjorka Sebar Data Pribadi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengatakan masih terus melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk mengejar keberadaan hacker Bjorka. Bjorka telah membuat gaduh bangsa ini atas aksi peretasannya menyebar data pribadi, salah satunya 1,3 miliar data registrasi SIM Card prabayar.

"Kami bersama-sama aparat terus melakukan koordinasi. Khususnya dengan Bareskrim Polri," kata Hinsa kepada awak media di kantornya, Depok, Jawa Barat, Selasa (13/9).

Lembaga yang dipimpinnya itu pun, masih menelusuri motif yang dilakukan Bjorka dengan melakukan data-data. Sementara terkait data yang dibagikan oleh Bjorka, ia menyatakan, data tersebut memang ada tidak seluruhnya valid.

"Tidak saya katakan semuanya tidak valid, ada juga yang valid, tapi dari sisi masa waktunya berbeda," ucap Hinca.

Dalam kesempatan itu, Hinsa juga menuturkan, aksi pencurian data sendiri termasuk sebagai ancaman di ruang siber dengan intensitas rendah. Ada ancaman lain yang sampai bisa melumpuhkan sistem elektronik.

Kendati demikian, bukan berarti pihaknya tinggal diam dalam melindungi keamanan siber di Tanah Air. Karenanya, ia menuturkan, upaya antisipasi hingga evaluasi terus dilakukan BSSN.

Ia menyatakan, tidak ada satu negara pun di dunia yang menyatakan diri paling aman di bidang siber. Untuk itu, ia pun mengajak semua pihak memiliki semangat kerja sama untuk ikut menjaga ruang siber Indonesia.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan data-data yang disebar hacker Bjorka merupakan data-data yang bersifat umum dan sebagian merupakan data-data yang lama.

"Data-data itu setelah ditelaah sementara, adalah data-data yang sifatnya umum. Data-data umum, bukan data-data spesifik. Dan bukan data-data yang ter-update sekarang, sebagian data-data yang lama," kata Johnny seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/9).

Sumber: Liputan6 / Agustinus Mario Damar [faz]