Kepala Daerah di Jabar Penerima Pertama Vaksin Selain Nakes

Ezra Sihite, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan Jawa Barat siap menjalankan vaksinasi tahap 1. Pada vaksinasi 2021, Jawa Barat mendapat 97 ribu dosis vaksin dari Bio Farma.

Ridwan Kamil memastikan tenaga kesehatan (nakes) menjadi penerima vaksinasi pertama. Sementara daerah prioritas yaitu Bogor, Depok Bekasi. Sedangkan daerah lain akan diawali oleh masing-masing kepala daerahnya.

"Depok, Bogor, kabupaten Bekasi sudah, sisanya akan dilakukan oleh bupati dan wali kota," ujar Ridwan Kamil, Selasa 5 Januari 2021.

Ridwan Kamil menerangkan, untuk kesiapan tenaga vaksinasi dilipatgandakan dari yang sebelumnya 1000 orang, menjadi 11 ribu orang. "Alhamdulillah Pempov Jabar siap, 10 kali lipat lebih sehingga kita akan berlimpah tim yang akan menyuntikkan vaksin," katanya.

"Kami sedang mensimulasikan dan memerintahkan bupati dan wali kota Minggu ini untuk melakukan simulasi vaksin COVID-19 di wilayah masing - masing," katanya.

Vaksin COVID-19 dari Sinovac Tiongkok mulai disebar ke 34 provinsi di Indonesia secara bertahap untuk realisasi vaksinasi pada awal Januari untuk memutus mata rantai penularan virus Corona atau COVID-19.

Head of Corporate Communication Bio Farma, Iwan Setiawan menjelaskan, vaksin yang disebar merupakan bentuk produk jadi. Namun penggunaan vaksin atau vaksinasi masih menunggu Izin Penggunaan Darurat atau EUA dari BPOM.

"Vaksin COVID-19 Sinovac dalam bentuk produk jadi, yang tiba di Indonesia pada 7 Desember 2020 sudah mulai didistribusikan dari Bio Farma ke seluruh Provinsi di Indonesia. Pengiriman vaksin ini, tanggal 3 Januari 2021 dan tanggal 4 Januari 2021," ujar Iwan, Senin 4 Januari 2021.

Pada tanggal 3 Januari 2021 dikirimkan ke 14 provinsi sejumlah 401.240 vial, dan tanggal 4 Januari 2021 ke 18 provinsi sejumlah 313.000 vial. Dengan rincian provinsi penerima sebagai berikut :

Untuk 3 Januari 2021 di antaranya :

1. Jateng = 62.560 vial
2. Jatim = 77.760 vial
3. Bali = 31.000 vial
4. Banten = 14.560 vial
5. Bengkulu = 20.280 vial
6. Sumbar = 36.920 vial
7. Lampung = 40.520 vial
8. Riau = 20.000 vial
9. Sumsel = 30.000 vial
10. Jambi = 20.000 vial
11. Kaltara = 10.680 vial
12. Papua =14.680 viql
13. Malut = 7.160 vial
14. Maluku = 15.120 vial

Sedangkan untuk 4 Januari di antranya :

1. DKI Jakarta = 39.200 vial
2. Yogya = 26.800 vial
3. NTB = 28.760 vial
4. Gorontalo = 4.800 vial
5. NTT = 13.200 vial
6. Kalsel = 25.000 vial
7. Sultra 20.400 vial
8. Kaltim = 25.520 vial
9. Kalbar = 10.000 vial
10. Kalteng = 14.460 vial
11. Sumut = 10.000 vial
12. Sulsel = 30.000 vial
13. Sulteng = 11.000 vial
14. Bangka Belitung = 6.280 vial
15. Aceh = 14.000 vial
16. Kepri = 13.00 vial
17. Papua Barat =7.160 vial
18. Sulut = 13.200 vial.