Kepala Dinas Positif COVID-19, Kompleks Stadion Gajayana Ditutup

Dedy Priatmojo, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Kota Malang mengonfirmasi tiga orang di Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) positif COVID-19. Tiga orang ini adalah Kepala Disporapar, salah satu Kepala Seksi Disporapar dan satu orang sopir. Sedangkan salah satu kepala bidang Disporapar meninggal dunia hasil swab-nya belum keluar.

"Kepala Dinas (Disporapar) diketahui 10 hari yang lalu. Jadi 3 yang positif COVID-19. Untuk yang meninggal dunia belum keluar hasilnya (swab)," kata Wali Kota Malang, Sutiaji, Kamis, 5 November 2020.

Untuk Kepala Disporapar, diketahui positif COVID-19 saat menjalani swab di Bali. Kepala Disporapar berada di Bali dalam rangka cuti. Hingga saat ini dia masih berada di Bali untuk menjalani isolasi mandiri.

"Saya dapat info bahwa Kepala Dinas terpapar COVID-19, tahunya setelah dia di Bali. Dia ambil cuti, hasil swab-nya keluar 10 hari yang lalu," tutur Sutiaji.

Munculnya kasus COVID-19 di lingkungan Disporapar Kota Malang membuat Pemkot Malang memutuskan menutup kompleks Stadion Gajayana, Kota Malang. Kantor Disporapar berada di area Stadion Gajayana.

Selain kantor Disporapar sejumlah fasilitas olahraga juga ditutup antara lain, lapangan tenis, lapangan bola, lapangan basket, lapangan voli, fitness center hingga kolam renang.

"Dan ketika sudah tahu itu saya klarifikasi ke Dinkes untuk dilakukan tracking dan tracing, lalu di rapid test dan swab hingga akhirnya di WFH (bekerja dari rumah). Lalu untuk kantornya disterilisasikan dan kita tutup sampai Senin besok (pekan depan) hingga sistem shift masuknya nanti seusai Perwali nomor 30 tahun 2020," ujar Sutiaji.

Langkah yang dilakukan Pemkot Malang selain menutup kantor dan kompleks Stadion Gajayana adalah meminta tiga orang di Disporapar yang positif COVID-19 untuk menjalani isolasi mandiri. Sutiaji pun mengingatkan semua instansi untuk tetap waspada dengan penyebaran COVID-19 meski tren kasus di Kota Malang terus menurun.

"Ini hampir sama trennya dengan klaster kantor di wilayah lain, tinggal kewaspadaan dari kita. Jadi kita lakukan antisipasi, jangan lengah meski angka kasus sudah mulai menurun. Kita anjurkan untuk semua perkantoran," tutur Sutiaji.

Sementara itu, data Satgas COVID-19 Kota Malang saat ini total warga yang terkonfirmasi positif sebanyak 2.070 orang. Dari jumlah itu, hanya 15 orang yang sedang dalam pemantauan atau isolasi. Sementara sebanyak 1.846 pasien telah sembuh dan 209 pasien dinyatakan meninggal dunia. (ase)