Kepala Polri dan Panglima TNI Soroti COVID-19 di Klaten Masih Tinggi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Polri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengingatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan dan 3T dalam rangka pengendalian COVID-19.

Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin rapat pengarahan penanganan dan pengendalian COVID-19 bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Forkompimda Klanten, Sabtu, 21 Agustus 2021.

"Tolong masalah protokol kesehatan benar-benar harus dijaga," kata Sigit dikutip dalam keterangan tertulis Divisi Humas Polri yang diterima di Jakarta.

Dalam rapat itu, Sigit menyampaikan, setiap pekan pemerintah pusat mengevaluasi kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) setiap daerah.

Evaluasi ini untuk menilai wilayah mana saja yang harus dipertahankan level PPKM dan daerah mana yang bisa dilonggarkan level pengetatannya.

"Namun pelonggoran ini mengandung konsekuensi akan adanya peningkatan jumlah yang terkonfirmasi COVID-19 apabila abai terhadap protokol kesehatan," ujar Sigit.

Sigit menekankan, protokol kesehatan tidak bisa ditawar, harus diterapkan seketat mungkin untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 di masa PPKM dengan penyesuaian atau pelonggaran.

"Lewat pelonggaran ini, pemerintah berharap masyarakat yang kemarin terdampak ekonominya akibat pengetatan, ekonominya bisa berjalan kembali," ujarnya.

Agar penanganan pandemi COVID-19 di Klaten berjalan baik, Sigit memerintahkan aparaturnya untuk bekerja ekstra: mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan, memberikan edukasi serta penegakan aturan protokol kesehatan secara ketat.

"Kami meminta agar masyarakat memakai masker, mengikuti aturan pembatasan dan sebagainya, hal ini penting untuk menekan laju pertumbuhan COVID-19 agar bisa dikendalikan," ujarnya.

Selain menekankan pentingnya protokol kesehatan, Sigit juga mengingatkan akan tugas utama dalam pengendalian pandemi COVID-19 yakni 'tracing, testing dan treatment' atau 3T yang perlu dioptimalkan.

Menurut dia, tracing dan testing untuk melacak mereka yang terpapar penting dalam penanggulangan COVID-19. Namun, perlu kesadaran masyarakat untuk melaporkan diri jika pernah kontak langsung dengan penderita COVID-19.

Sigit mengingatkan, walaupun Satgas COVID-19 mendapatkan data dari laboratorium, kemudian melakukan penelusuran, kesadaran dari masyarakat untuk menginformasikan ke puskesmas dapat meringankan beban satgas.

Dengan demikian, katanya, kegiatan tracing gabungan oleh anggota-anggota Satgas betul-betul maksimal. Kemudian dari hasil tracing dan testing ini, bisa dilanjutkan apakah harus dilaksanakan perawatan secara isolasi mandiri (Isoma) atau isolasi terpusat (Isoter), bahkan jika diperlukan perawatan rumah sakit.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan, dalam penanganan pandemi COVID-19 diperlukan kerja sama semua pihak seluruh elemen bangsa, termasuk di Kabupaten Klaten.

Panglima mengatakan, situasi COVID-19 di Kabupaten Klaten masih tinggi, dengan catatan kasus harian masih di atas 150 kasus. Selain itu, status PPKM di Klaten masih berada di level 4.

Menurut Panglima, untuk menekan laju kasus di Klaten perlu dilakukan secara bersama-sama dan 'spartan', salah satu langkah melalui tracing dan testing.

"Kami akan melakukan tracing dan testing secara masif, dimana nanti hasil akan dipisahkan, mana yang harus Isoter dan mana yang harus Isoman. Dengan melakukan tracing dan testing secara baik, maka diharapkan akan bisa menurunkan angka COVID-19," ujar Hadi.

Langkah berikutnya, katanya, dengan menggunakan standar entry test dan exit test, sehingga jika dilaksanakan dengan baik maka angka penularan akan turun drastis. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel